171108 Dephub Sudah Temukan Pelabuhan Liar

jusman-sjamalSetelah bergelut berminggu-minggu untuk memverifikasi pelabuhan liar di Indonesia, akhirnya Departemen Perhubungan (Dephub) berhasil menemukan pelabuhan liar yang disinyalir sebagai pintu masuknya barang-barang selundupan.

Meskipun pelabuhan liar telah ditemukan, Dephub belum berani menentukan jadwal pasti kapan infrastruktur tersebut akan ditutup.   “Kita telah temukan sebanyak 46 pelabuhan yang dikategorikan liar. Kebanyakan berada di Batam dan Kepulauan Riau,” ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamaldi Jakarta, Senin (17/11).

Jusman mengungkapkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada para  Adiministratur Pelabuhan (Adpel) untuk melakukan langkah-langkah tegas menutup pelabuhan liar. Para Adpel yang disurati diantaranya Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar.

Dikatakannya, untuk pelabuhan liar regulator tidak akan menolerir keberadaan fasilitas tersebut. Tetapi untuk pelabuhan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah setempat, penutupannya memerlukan banyak pertimbangan. “Pelabuhan yang dikelola Pemda itu kan sudah mengeluarkan investasi. Jadi, kita harus pertimbangkan pengorbanan Pemda membangun pelabuhan tersebut,” tuturnya.

Adpel Belawan Jimmy Nikijuluw menegaskan, pihaknya tinggal menunggu waktu untuk menutup pelabuhan liar di wilayahnya. “Tinggal tunggu waktu saja. pasti akan ada yang ditutup,” tegasnya.

Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Sunaryo menambahkan, regulator akan secara maksimal untuk menutup pelabuhan liar,”Sekarang kan sedang mengumpulkan data. Secepatnya akan ada aksi”.

Pelantikan Berkaitan dengan pemilihan  Sunaryo sebagai pejabat baru untuk posisi Dirjen Hubla, Jusman menjelaskan, langkah ini tak dapat dilepaskan dari keinginan regulator untuk mewujudkan berdirinya Indonesia Sea and Coast Guard (Penjaga laut dan Pantai) pada akhir 2009 nanti.

“Sesuai amanat Undang-undang (UU) pelayaran masalah penjaga laut dan pantai ini harus kita miliki,” tutur Jusman.   Sunaryo adalah perwira tinggi militer TNI Angkatan Laut dengan jabatan terakhir sebagai Staf ahli Panglima TNI bidang Intekmil.

Jusman menjelaskan, dalam membentuk organisasi tersebut akan dicari formulasi terbaik. “Bisa jadi bentuknya seperti Badan Koordinasi Keamanan laut (Bakorkamla) yang terdiri dari polisi air dan udara, serta Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP). Nah, jika Dirjen dari angkatan laut, tentunya dia lebih memahami dan cepat berkomunikasi dengan teman-teman dari militer,” jelasnya.

Direktur Utama PT Arpeni Lines Oentoro Surya menyambut gembira kehadiran Sunaryo,”Sebagai negara kelautan yang luas kita membutuhkan seorang yg mengerti strategi operation, bukan yang hanya tahunya mencari kesalahan dan memuja orang-orang asing. Akhirnya semua berantakan”.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s