171108 Regulator Baru Harus Membuat Industri Pelayaran Kompetitif

sailingsunsetPara pengusaha di bisnis pelayaran mengharapkan pejabat Dirjen Hubungan Laut (Hubla)
departemen perhubungan yang akan dilantik pada Senin (17/10) ini mampu membawa
industri lebih kompetitif  dari saat ini.

Demikian rangkuman pendapat dari Ketua Dewan Pengguna Jasa Angkutan Laut Indonesia
(Depalindo) Toto Dirgantoro, Ketua Gabungan Perusahaan  Ekspor Indonesia (GPEI)
Benny Soetrisno, Ketua Umum Indonesian Shipping Association (ISA) Jaka A Singgih,
dan Direktur Utama Direktur Utama PT Arpeni Lines Oentoro, kepada Koran Jakarta,
Minggu (16/11).

Mereka diminta sumbang sarannya tentang rencana penentapan Dirjen Hubla baru
pengganti Effendy Batubara. Sejak Effendy pensiun, Dirjen Hubla dijabat oleh
Pelaksana Tugas (Plt) Zulkarnaen Oeyoeb  yang juga staf ahli Menteri Perhubungan
bidang regulasi dan keselamatan perhubungan.

“Depalindo menyambut baik dan mendukung pejabat baru  dengan harapan akan terjadi
perbaikan,” tegas Toto.

“Kami dari masyarakat pelayaran  mengharapkan pejabat  baru dapat membawa
lingkungan kerjanya lebih  bersih, berwibawa, dan professional,” ujar Oentoro.

Menurut Oentoro hal tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan  komitmen yang
tinggi mengimplementasikan  Undang-Undang (UU) No  17/08 tentang pelayaran
nasional sehinggan semakin tangguh dan disegani di dunia. “Hal yang terpenting
adalah menjalankan azas cabotage dengan konsisten berpihak pada armada nasional.
Dan  membangun pelabuhan berstandar internasional yang produktif dan bersaing
sehat,  sehingga mewujudkan Sea and costguard,” jelasnya,

Benny menambahkan, untuk meningkatkan persaingan pelabuhan di Indonesia, pejabat
baru harus membersihkan biaya-biaya yang tidak rasional. “ Sebaiknya dalam
menetapkan sesuatu harus mengajak semua asosiasi dan pelaku. Jangan yang dijadikan
satu-satunya acuan  asosiasi pengguna jasa pelabuhan,” katanya.

Hal ini  karena, lanjutnya,  masih banyak pengurus asosiasi yang tidak membawa
aspirasi anggotanya. Dan lebih parah lagi,  banyak asosiasi yang pengurusnya
hanya satu orang dan tidak memiliki   bisnis tersebut,” Sehingga yang dicari
hanyalah dana dari pihak pelabuhan baik untuk asosiasinya atau pribadinya”.

Pekerjaan Rumah
Jaka mengungkapkan, pejabat baru yang akan menduduki posisi Dirjen Hubla nantinya
harus menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) dari para pendahulunya. PR tersebut adalah
tentang penerapan biaya Terminal Handling Charge (THC), koordinasi dengan departemen
terkait, khususnya Bea dan Cukai, serta masalah Tally independen.

“THC itu baiknya diserahkan saja dalam mekanisme business to business (B2B).
regulator jangan terlalu dalam mengintervensinya. Sudah banyak regulasi yang keluar
tentang THC, tetapi semuanya tidak senafas dengan aturan internasional,” tegasnya.

Sementara dengan Bea dan Cukai diminta koordinasi lebih dipererat untuk menekan
penumpukan (kongesti) barang atau kontainer.” Kongesti itu membuat produktivitas
pelabuhan menjadi rendah sedangkan biaya dikeluarkan tinggi. Ini salah satu pemicu
pelabuhan di Indonesia tidak kompetitif,” tukasnya,

Terakhir adalah masalah adanya Tally Independen. Tally adalah perusahaan yang
bergerak di jasa penghitung muatan kapal. “Sebaiknya ini dikaji ulang karena sarat
dengan ketidaktranspranan dan tidak jelas maksudnya,” katanya.

Dia menuding, kebijakan penunjukkan Tally independen tersebut sebagai aksi Korupsi,
Kolusi, dan Nepotisme (KKN) gaya baru karena kentalnya unsur titipan dan tidak
jelasnya pertanggungjawabannya. “Ini era reformasi, seharusnya yang seperti ini
ditiadakan,” tegasnya.

Secara terpisah, juru bicara dephub Bambang S Ervan mengakui pada Senin (17/11) akan
dilakukan pelantikan pejabat Dirjen Hubla yang baru. “Masalah siap orangnya akan
ketahuan jam 10 pagi besok,” katanya.

Kabar beredar, Menhub Jusman Syafii Djamal akan melantik Laksamana Laut Sunaryo
sebagai pejabat di direktorat tersebut.

Para pelaku usaha ketika dimintai pendapat tentang sosok dari tentara tersebut
mengaku tidak keberatan. “ Siapa aja yang penting amanah terhadap tugas dan tidak
korupsi. Dan terpenting tidak takut dengan pelayaran asing,” tegas mereka secara
terpisah.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s