131108 Formulasi Tarif Angkutan Darat Dievaluasi

menhub_jusman_safii_djamalRegulator berencanan untuk melakukan evaluasi formulasi tarif angkutan darat. Dalam
evaluasi tersebut rencananya unsur fuel surcharge atau beban bahan bakar akan
dimasukkan layaknya di maskapai penerbangan.

“Melihat fluktuasi harga bahan bakar, mungkin ada baiknya skema tarif angkutan darat
seperti udara,” ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Rabu
(12/11).

Dikatakannya, di angkutan udara, untuk memberikan ruang bagi pengusaha pemerintah
menetapkan pola fuel surcharge agar pengusaha bisa menyesuaikan dengan harga avtur.

Sedangkan di angkutan darat juga terjadi hal yang sama sering bisa diturunkannya
harga premium dan kemungkinan besar disusul oleh solar.

“Rencana ini tentunya perlu dibahas dengan organisasi angkutan darat alias Organda,”
jelasnya.

Menurut Jusman, turunnya harga Premium sebesar 8,3 persen dari 6 ribu rupiah menjadi
5.500 rupiah akan berdampak signifikan pada tarif trayek   angkutan jarak jauh.

Dalam perhitungannya, untuk perjalanan bus dengan jarak 50 km hingga 100 km,
biayanya bisa berkurang hingga Rp 10.000 per orang.

Ditegaskan Menhub, pengguna angkutan saat ini menuntut transparansi
tarif  angkutan agar dasar  penetapan  per penumpang per  kilo meter bisa
diketahui.

Dephub, jelasnya, akan membuat  cost  structure  per  kilo meter  per
penumpang. “Ini penting karena masyarakat menghendaki adanya transparansi setelah
harga premium diturunkan,” tandasnya.

Jusman menegaskan, saat ini struktur tarif di angkutan memang masih saling
berpengaruh, antara suku cadang, harga BBM dan biaya lainnya. Sedangkan pada dunia
penerbangan, untuk harga BBM-nya sudah ditentukan dengan adanya fuel surcharge.

“Kami juga minta Organda membuat struktur biaya, mana yang disebabkan oleh bahan
bakar, mana yang oleh suku cadang, dan beban-beban lain, sehingga bila terjadi
penurunan harga BBM, mereka bisa menurunkan struktur biaya karena BBM itu,”
lanjutnya.

Jusman berharap para pengusaha angkutan bersikap transparan dan  jujur kepada
masyarakat, jangan hanya menuntut kenaikan tarif  dan penurunan BBM. Tapi ketika
BBM turun, tarif mereka juga harus  turun dan pengusahanya harus ikut menurunkan
setoran kepada  para  sopir, jangan terus bertahan dan tidak mau  turun,”
jelasnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Dephub, Suroyo Alimoeso mengatakan, dirinya
segera mengundang Organda dan pihak lainnya untuk membicarakan hal itu Kamis ini.
Menurutnya, Dephub juga akan meminta agar Organda juga mengusulkan struktur biaya
yang baru, setelah itu dibahas bersama-sama.

Harga  Solar
Selanjutnya Jusman mengungkapkan,  rencana  evaluasi  harga  solar    akan
dibicarakan  dalam
rapat  kabinet.    “Kami akan mengusulkan kepada pemerintah nanti  dalam rapat
kabinet
untuk mengkaji penurunan harga solar.  Kenapa  solar belum turun karena menurut
menteri ESDM jumlah subsidinya masih tinggi. Jumlah subsidi kan ada kuotanya,”
jelas  Jusman.

Penurunan harga  solar  ini  pengaruhnya  juga  besar  terhadap  angkutan
umum,  karena  bila  tidak  diturunkan, masyarakat   ramai-ramai
menggunakan  sepeda  motor, selain lebih  evisien
juga premiunya  sudah  turun.[dni]

131108 Maskapai Lokal Tetap Optimistis Capai Target Penumpang

wn0602_b777-200JAKARTA-Maskapai penerbangan lokal tetap optimistis mampu mencapai target jumlah
penumpang yang ditetapkan oleh manajemen hingga akhir tahun nanti, meskipun satu
bulan ini tingkat isian di bawah 90 persen.

Tercatat, Mandala Airlines tetap optimistis mampu meraih empat hingga lima juta
penumpang hingga akhir tahun nanti. Sementara Sriwijaya Air juga menyemburkan
optimisme yang sama dengan mematok dapat meraih 4,8 juta penumpang hingga akhir
tahun nanti.

Demikian rangkuman keterangan dari Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra  Lie dan
juru bicara Mandala Airlines Trisia Megawatai kepada Koran Jakarta, Rabu (12/11)
menanggapi masih rendahnya  antusiasme masyarakat menggunakan pesawat terbang
selama satu bulan lalu.

“Hingga Oktober lalu kami masih  meraup sebanyak 4,4 juta. Bagi kami ini tren yang
positif karena itu kita tetap optimistis target 4,8 juta penumpang itu tercapai,”
ujar Chandra.

Trisia mengungkapkan, optimisme Mandala mencapai target yang ditetapkan karena
selama ini strategi bisnis berjalan sesuai rencana. Srategi yang dimaksud adalah
menggaet pasar korporasi dan mempermudah pemesanan melalui jalur internet.

Korporasi yang belum lama ini behasil digandeng Mandala adalah  Total E&P
Indonesie. Dalam kerjasama tersebut Mandala menjadi maskapai yang dipercaya untuk
mengangkut 9 ribu karyawan perusahaan tersebut.

Sementara untuk pemesanan secara online Mandala mencatat kenaikan. Terbukti, situs
Mandala dikunjungi 5 juta calon penumpang hanya dalam bulan Oktober lalu, meskipun
tidak semuanya melakukan pembelian tiket. “Kunjungan itu membuktikan masyarakat
punya animo untuk menggunakan moda pesawat,” jelasnya.

“Terakhir kami kedatangan dua pesawat baru  jenis Airbus yang digunakan  ke
empat  tujuan baru yaitu Jambi, Pontianak, Pangkal Pinang, dan Bengkulu. Pesawat
baru ini juga memungkinkan kami menambah frekuensi penerbangan, sehingga target yang
ditetapkan dapat tercapai,” jelasnya.

Selanjutnya Chandra mengungkapkan, pada tahun depan maskapainya menargetkan mampu
mengangkut 5,5 hingga 6 juta penumpang.  Target tersebut dinilai realistis meskipun
saat ini kondisi perekonomian sedang melemah akibat krisis global.

“Selama ini memang belum ada perbankan membantu kami dalam masalah pembiayaan.
Tetapi bagi kami itu bukan masalah besar. Semuanya bisa ditanggulangi dengan kas
internal,” tegasnya.

Bahkan, untuk menunjukkan kemampuan keuangan perusahaannya, pada April 2009 nanti
Sriwijaya Air akan kedatangan  sepuluh pesawat baru. Jenis dari   10 pesawat itu
terdiri atas  Boeing 737-300 dan Boeing 737-400.  Sedangkan jumlah armada yang
dioperasikan Sriwijaya saat ini sebanyak  20 pesawat dimana umumnya berasal dari
jenis  Boeing 737-200.

Dia menambahkan, untuk memuluskan target yang ingin dicapai tersebut, Sriwijaya juga
akan membuka rute-rute regional dan internasional. Rute Jakarta-Singapura akan
dibuka pada 18 Desember mendatang. Sedangkan rute internasional seperti ke Bangkok
(Thailand), Madras (India) dan Perth (Australia) direncanakan untuk digarap tahun
berikutnya.

Data  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama September lalu  penumpang
angkutan udara domestik  mencapai 2,08 juta orang atau turun 25,52 persen dibanding
bulan sebelumnya.
Sementara  jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri selama September tahun
ini mencapai 621.700 orang atau turun 7,56 persen dibandingkan Agustus 2008. Selama
Januari-September 2008 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik
menggunakan penerbangan nasional maupun asing, mencapai 4,66 juta orang, yang
berarti turun 1,82 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun
sebelumnya sebesar 4,75 juta orang.
Berdasarkan perkiraan  Indonesia National Air Carriers Association (Inaca),
industri penerbangan di Indonesia diperkirakan hanya akan membawa  34 hingga 36
juta penumpang  domestik hingga akhir tahun nanti. Angka itu mengalami penurunan
sebesar satu hingga tiga juta penumpang dibandingkan tahun lalu.

Penurunan ini dipicu oleh berhenti beroperasinya maskapai Adam Air  dan  harga
minyak mentah dunia di pasar yang fluktuatif sehingga memicu biaya avtur dibanderol
tinggi.

Dan pada tahun depan Inaca memperkirakan  jumlah penumpang angkutan udara lokal
akan tumbuh sebesar 10 persen tahun depan meskipun   krisis keuangan global
memberikan  dampak bagi  pemain lokal. Pertumbuhan dipicu oleh adanya kampanye
legislatif dan Presiden yang membuat partai politik banyak menggunakan maskapai
untuk mengunjungi pemilih.[dni]