131108 Dibalik Kekalahan Penguasa

Suasana di ruangan salah satu hotel berbintang di sekitar Lapangan Banteng, Jakarta
Pusat, tersebut, mendadak riuh rendah ketika Menkominfo Muhammad Nuh menyebutkan
nama Indosat sebagai peraih “Best Achievement Award” di malam penghargaan
telekomunikasi yang diselenggarakan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)
pada awal pekan ini.

Banyak undangan yang hadir tak menyangka pemain kedua terbesar di jasa seluler
tersebut mampu mengalahkan penguasa pasar saat ini, Telkomsel. “Hasil penilaian
dari BRTI di luar dugaan. Tetapi, apapun hasilnya harus dihormati,” ujar pengamat
telematika Ventura Elisawati kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Ucapan Ventura tersebut sebenarnya mewakili suara dari masyarakat telekomunikasi
yang hadir saat itu dimana semuanya memperkirakan Telkomsel-lah akan keluar
sebagai  pemenang.

“Saya rasa ada penilaian yang dilakukan oleh BRTI dimana tidak dihitung oleh
masyarakat awam. Dan itu hak mereka sebagai regulator. Asalkan penghargaan tersebut
tidak berdasarkan suka atau tidak suka,”ingatnya.

Memang, jika dilihat dari sisi infrastruktur dan jumlah pelanggan Telkomsel
mengalahkan semua pesaingnya. Tercatat, Telkomsel memiliki sekitar 25 ribu BTS
dengan 60,5 juta pelanggan. Belum lagi komitmennya membangun akses telekomunikasi
hingga ke pelosok.

Hal itu berbanding terbalik dengan Indosat yang hanya memiliki sekitar 13 ribu BTS
dengan 35,5 juta pelanggan. Belum lagi rendahnya komitmen Indosat membuka akses
telekomunikasi di pedesaan. Hal itu dapat dilihat saat dikibarkannya  bendera putih
oleh Indosat ketika tender telepon desa digelar tahun lalu.

Alasan yang digunakan oleh Indosat kala itu syarat yang dibebankan oleh regulator
terlalu berat. Padahal, Telkomsel dan induknya, Telkom, melaju terus untuk bersaing
dengan Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Jika pun akhirnya yang bersaing saat
penutupan tender adalah Telkom dan PSN, semua itu tak dapat dilepaskan dari strategi
Telkom grup memenangkan persaingan.

“Telkomsel tersandung masalah kinerja operasi. Operator ini  terlalu over
promising kepada pelanggannya,” ungkap Anggota Komite BRTI Heru Sutadi.

Sandungan yang dirujuk oleh Heru adalah kasus tumbangnya jaringan Telkomsel saat
pergantian tahun 2006 ke 2007 dimana berujung dikeluarkannya surat peringatan oleh
BRTI kepada operator tersebut.

Dalam surat peringatan tersebut secara jelas lembaga tersebut mengatakan salah satu
pemicu dari tumbangnya jaringan Telkomsel kala itu adalah karena operator ini tak
mampu membuat program pemasaran yang terukur sehingga semua bonus yang diberikan ke
pelanggan terakumulasi pada pergantian tahun yang berujung tumbangnya jaringan
Telkomsel.

Bukti lain dari kekurangmampuan Telkomsel menjaga kepercayaan pelanggan adalah kasus
program promosi simPATI Talkmania yang tidak berjalan sempurna di Jabodetabek
sehingga dua ribu pelanggannya dirugikan.

Untuk kasus ini Telkomsel bersedia mengembalikan pulsa milik pelanggannya setelah
BRTI menjadi mediator dari peristiwa yang dilaporkan oleh Indonesia
Telecommunication Users Grop (IDTUG) itu.

Terakhir, tentunya masalah pembayaran izin stasiun radio (ISR) miliki operator
tersebut yang molor sehingga beberapa BTS-nya sempat disegel oleh regulator belum
lama ini. “Kami kan menilai melihat semua aspek. Dan masalah kepuasan pelanggan
serta kinerja operasi itu bobotnya lumayan besar,” tegas Heru.[dni]

1 Komentar

  1. Saya rasa ada baiknya juga jika BRTI bersedia memaparkan kriteria penilaian yang dilakukan, walau tak perlu secara detail. Sekali lagi ini untuk transparansi, karena harus disadari bahwa pemeringkatan ini berbeda valuenya dibanding dengan award2 yang sudah kerap diberikan pelbagai lembaga lain di sini. Penghargaan ini dirilis oleh pemangku kebijakan tertinggi bidang telekomunikasi. Jadi kalau saya melihat ini lebih semacam evaluation program yang dikemas dalam bentuk penghargaan. Jadi yang dinilai juga perlu tahu dan memahami kriteria model penilaiannya, agar operator bisa melakuan improvement atas kinerjanya sesuai requirement regulator. Salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s