071108 Pelabuhan Indonesia Tidak Kompetitif

cranePelabuhan di Indonesia dinilai tidak kompetitif sehingga membuat  kapal-kapal asing
enggan untuk bersandar di negeri ini.

Kapal-kapal asing lebih memilih untuk bersandar di China, Hong Kong, Malaysia, atau
Singapura, sementar laut Indonesia hanya digunakan untuk jalur transportasi.

”Pemicu tidak kompetitifnya pelabuhan di Indonesia ini karena adanya ekonomi biaya
tinggi seperti pungutan liar dan sebagainya,” jelas Ketua Umum Indonesia Shipowner
Association (ISA) Jaka A. Singgih kepada Koran Jakarta, Kamis (6/11).

Selain faktor ekonomi biaya tinggi, lanjutnya, pengelola pelabuhan juga tidak
efisien di berbagai aspek mulai dari pelayanan, operasional  dan biaya.
”Singkatnya  sistem manajemen maupun kemampuan tenaga kerja   perlu lebih
ditingkatkan jika ingin bersaing,” tuturnya.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan kurangnya promosi dari pihak pengelola
untuk mempromosikan pelabuhan ke luar negeri sehingga berujung pada akhirnya
produktivitas pelabuhan besar menjadi rendah.

Dia mengkhawatirkan jika kondisi tersebut dibiarkan,  kapal-kapal  dari pelayaran
internasional yang mempunyai kapasitas  besar dan jaringan  luas akan memilih
untuk menyinggahi pelabuhan di negara tetangga  seperti Malaysia,Singapura, dan
Hong Kong.

”Saya sudah memberi masukan ke pihak terkait, tetepai mereka mau menang sendiri dan
membuat regulasi semaunya. Kalau sudah begini, bagaimana caranya kita mau menjadi
menjadi hub port,” sesalnya.

Ketua Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro
mengakui biaya di pelabuhan Indonesia lebih mahal dibanding negeri tetangga.

“Saya merasakan hal yang sama. Solusi dari hal ini adalah pemilik kapal dan barang
harus bersatu dan tidak saling memberatkan. Dari situ bisa diminta keringanan ke
regulator,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, pihaknya
terus mendorong pengelola pelabuhan untuk lebih efisien.

“Saya sudah mendapatkan komitmen dari pengelola pelabuhan mereka akan mewuudkan
hal tersebut,” tegasnya.

Efisiensi yang dilakukan misalnya di Tanjung Priok akan ditambah crane baru untuk
memeprcepat proses loading dan unloading. Membongkar 21 gudang untuk menambah ruang
mengelola peti kemas.

Sementara pihak Jakarta International Container Terminal (JICT) dan bea cukai
berjanji akan meningkatkan pengawasan untuk memberantas pungli. Dan untuk
meningkatkan alur pelayaran saat ini sedang dikeruk untuk lebih dalam agar
mempermudah proses pelayaran. Begitu juga area di dalam Tanjung Priok dimana
jalannya dibeton untuk menghindari kemacetan.

“Tetapi kami juga meminta para pemilik kapal mengikuti komitmen dari pengelola
pelabuhan dengan rela menurunkan surcharge agar biaya Terminal Handling Charge (THC)
dapat diturunkan. Jadi, semuanya harus berkorban. Jangan main menang sendiri,”
tuturnya.

Data Pelindo II mencatat hingga kuartal ketiga tahun ini   arus kunjungan kapal
mencapai 13.923 unit atau 70.175.120 GT (Gross Tonase) terdiri dari kapal luar
negeri sebanyak 4.122 unit atau 47.448.775.1225.120 GT, kapal dalam negeri 9.529
unit atau 22.305.279 GT dan kapal negara atau tamu lainnya mencapai 272 unit atau
421.066 GT.

Arus kapal luar negeri tersebut mengalami penurunan 6,97 pesen atau 309 unit dari
4.431 unit pada tahun lalu menjadi 4.122 unit.  Sementara itu, arus  petikemas
melalui dermaga umum Pelabuhan Tanjung Priok dalam periode yang sama mencapai
940.958 Teus atau 786.389 Box, terdiri dari petikemas 20 kaki 631.820 Box dan
petikemas 40 kaki  154.569 Box.

Saat ini di Indonesia ada 141 pelabuhan. Namun, rencananya jumlah tersebut akan
dipangkas menjadi 25 pelabuahn. Pelabuhan besar di Indonesia ada beberapa yakni
Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Belawan. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s