041108 Operator Geber Penjualan Blackberry

Dua operator seluler, XL dan Telkomsel, semakin serius menggeber penjualan handset Blackberry beserta paket data layanannya.  

rim-blackberry-bold-smartphone XL belum lama ini   meluncurkan  BlackBerry 1 (One), sedangkan Telkomsel  menghadirkan  paket Blackberry Bold korporat terbaru paling kompetitif, yakni hanya 715 dollar AS.  

GM Marketing and Product Development XL Business Solutions Budi Harjono menjelaskan Blackberry One adalah layanan penggunaan BlackBerry secara harian sesuai kebutuhan yang dapat dinikmati oleh seluruh  pelanggan XL prabayar dan pasca bayar mulai tanggal 1 November 2008.  

“Layanan ini dapat dinikmati oleh pelanggan baru dan lama dari Blackberry XL yang saat ini sudah mencapai  9 ribu pelanggan. Saya yakin layanan ini akan banyak memikat pelanggan baru,” katanya.   Dijelaskannya, keunggulan dari  BlackBerry one dapat diaplikasikan dengan menggunakan BlackBerry handled maupun beberapa merek ponsel dengan tipe tertentu yang mendukung koneksi BlackBerry (BlackBerry Connect),  yaitu HTC Ty Tn, HTC Diamond, Sony Ericsson G700/900, Nokia E61i dan E90.  

Sementara itu VP Corporate Account Management Telkomsel Aulia E. Marinto mengungkapkan, saat ini pelanggan Blackberry Telkomsel meningkat sangat pesat dalam beberapa bulan terakhir hingga  mencapai 14 ribu pelanggan.    

“Saat ini Blackberry Bold menjadi incaran banyak pelanggan. Menawarkan dengan harga yang kompetitif tersebut tentunya membuat jumlah pengguna akan meningkat,” ungkapnya.[dni]

041108 PT KA Akan Lebih Perhatikan Aspek Keselamatan

argobromoanggrek_eksterior1PT Kereta Api (KA) berjanji akan lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap operasional armadanya agar dapat menekan angka kecelakaan.  

“Aspek keselamatan dalam operasional akan selalu menjadi perhatian kami,” kata Direktur Utama PT KA, Ronny Wahyudi kepada Koran Jakarta, Senin (3/11).  

Ketika ditanya akankah keseriusan manajemen tersebut akan ditunjukkan dengan merestrukturisasi susunan direksi, Ronny enggan memberikan komentar,”Masalah itu saya tidak mau berkomentar,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menegaskan, pihaknya telah mengusulkan kepada Menneg BUMN agar  PT KA memiliki  Direktur Keselamatan dan Perawatan.

“Sebaiknya posisi Direktur Teknologi di PT KA diganti menjadi   menjadi Direktur Keselamatan dan Perawatan KA. Usulan ini sudah saya sampaikan ke Menneg BUMN,” katanya.

Menurut Jusman, penegasan dengan memberikan jabatan khusus tersebut perlu dilaksanakan mengingat   kejadian kecelakaan KA semakin sering terjadi.

Terakhir, pada 30 Oktober Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi di Jakarta ditabrak dari
belakang oleh KA barang.

Jusman menilai, keberadaan Direktur Teknologi di PT KA kesannya tidakny fokus dan
tidak jelas perannya.

“Dari pada begitu, lebih baik jadi Direktur Keselamatan dan Perawatan. Dengan adanya
satu direktur keselamatan, diharapkan PT KA lebih baik dari aspek safety-nya,”
katanya.

Setelah itu, kata Jusman, manajemen perawatan PT KA, khususnya seluruh Balai Yasa
ditingkatkan kualitas dan sertifikasinya karena dari sanalah benih-benih kecelakaan
itu bermula.
 
“Masalah seperti pada roda dan pengeremen, kan menjadi tanggung jawab
dan monitor Balai Yasa,” katanya.

 Aspek lain yang perlu ditindaklanjuti adalah pemeringkatan masinis PT KA. “Setelah
sertifikasi, perlu ada pemeringkatan sehingga hal itu berpengaruh terhadap
kompetensi dan kesejahteraan,” katanya.[dni]

041108 Penumpang Pesawat Udara Tetap Naik 10%

boingIndustri penerbangan nasional masih tetap optimistis jumlah penumpang angkutan udara lokal akan tumbuh sebesar 10 persen tahun depan meskipun   krisis keuangan global memberikan  dampak bagi  pemain lokal.    

Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin menjelaskan, tetap tumbuhnya jumlah penumpang di tahun depan tak dapat dilepaskan dari adanya aktivitas kampanye Pemilu 2009.  

“Tahun depan itu ada kampanye legislatif dan Presiden. Peserta Pemilu 34 partai, tentunya ini akan membuat kebutuhan pesawat terbang tetap ada karena wilayah Indonesia berbentuk kepulauan,” jelasnya di Jakarta, Senin (3/11).  

Dia menambahkan potensi pertumbuhan penumpang juga akan terjadi untuk penerbangan luar negeri menyusul kebijakan bebas fiskal bagi Warga Negara Indonesia yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).  

Namun, dia belum dapat memproyeksikan persentase pertumbuhan penumpang angkutan udara internasional pada tahun depan. “Yang jelas bebas fiskal akan membantu peningkatan penerbangan internasional meski krisis keuangan global menekan pertumbuhannya,” paparnya.

Khusus penerbangan domestik, Burhanuddin menegaskan pihaknya masih mewaspadai kebijakan Departemen Perhubungan memberikan izin maskapai niaga dan bukan niaga baru yang akan berpengaruh ke peta persaingan di penerbangan domestik.

“Kalau inspektur pengawasan di Dephub mampu tak masalah ada maskapai baru. namun, kalau inspektur pengawasan tak mampu yang seharusnya setop dulu izin maskapai baru,” ungkap Burhanuddin.  

Berdasarkan data  Badan Pusat Statistik (BPS), selama September lalu  penumpang angkutan udara domestik  mencapai 2,08 juta orang atau turun 25,52 persen dibanding bulan sebelumnya.       Sementara  jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri selama September tahun ini mencapai 621.700 orang atau turun 7,56 persen dibandingkan Agustus 2008. Selama Januari-September 2008 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baikmenggunakan penerbangan nasional maupun asing, mencapai 4,66 juta orang, yang berarti turun 1,82 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,75 juta orang.  

Ramp Check

Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi M Suyitno menyatakan, hasil  inspeksi mendadak ke Garuda Maintenance Fasilities(GMF) Aero Asia,  terkait insiden patah roda yang dialami pesawat GA 254 di Bandara Ngurah Rai, Bali 28 Oktober 2008 lalu, tidak menemukan hal yang mencurigakan.  

 Menurutnya, jika melihat kondisinya, landing gear yang digunakan pesawat jenis Boeing 737-400 itu masih dalam kondisi baik. Saat insiden terjadi, jelas Budhi, landing gear tersebut baru tiga hari keluar dari bengkel perawatan Garuda di Miami, Amerika Serikat. ”Landing gear juga baru delapan kali digunakan,” ujarnya.  

 Mengenai penyebab patahnya roda pesawat, Budhi menjelaskan, hal itu masih dalam penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun, menurutnya, data insiden patah roda itu sendiri sudah diterima GMF dan dilaporkan pula kepada bengkel Boeing 737 di Amerika Serikat.[dni]