311008 Jasa Logistik Global Mulai Lirik Pasar Baru

Perusahaan jasa logistik global mulai melirik pasar baru untuk mempertahankan bisnisnya.

 

Jika sebelumnya China dan Amerika Serikat (AS) merupakan tujuan dari eksportir, pemain di jasa logistik mulai mengarahkan eksportir untuk menggarap pasar Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

 

Chief Executive Officer DHL Global Forwarding untuk Asia Pasifik Selatan Amadou Diallo menjelaskan, krisis ekonomi yang melanda AS sebenarnya menjadi peluang bagi negara sedang berkembang untuk mendiversifikasi pasar ekspornya.

 

”Negara yang sedang berkembang tidak bisa lagi mengandalkan AS dan China. Di AS sedang terjadi krisis sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini berakibat frekuensi ekspor dari China juga menurun karena pasar terbesar dari negeri tirai bambu itu selama ini adalah AS,” jelasnya di Jakarta, Kamis (30/10).

 

Menurut dia, adanya pelemahan ekonomi kedua negara tersebut tetap membuka peluang eksportir Indonesia jika serius menggarap pasar Afrika dan Timur Tengah. Produk yang bisa diekspor adalah fesyen, apparel, gas, dan lainnya.

 

Melihat masih adanya peluang untuk mendukung ekspor di Indonesia itulah, DHL Global Forwarding berani menanamkan investasi sebesar 25 juta dollar AS selama dua tahun terakhir ini. Salah satunya adalah membangun gudang senilai tiga juta dollar AS di Soewarna Business Park, Cengkareng, Jakarta.

 

Sedangkan secara global unit bisnis dari DHL ini memiliki belanja modal sebesar 800 juta Euro, dimana 15 juta Euro dihabiskan untuk menggarap pasar Asia Pasifik.

 

”Indonesia selama ini berkontribusi sebesar 16 persen bagi total pendapatan DHL Global senilai 15 miliar Euro pada tahun lalu,” katanya.

 

Besarnya kontribusi Indonesia tersebut tak dapat dilepaskan dari tumbuhnya pasar DHL Global Forwarding sebesar 40 persen di negeri ini. Produk yang banyak menggunakan jasa logistik ini adalah peralatan komunikasi, farmasi, dan lainnya. Salah satu penyedia telekomunikasi yang menggunakan jasa perusahaan ini untuk memasukkan barang ke Indonesia adalah Nokia Siemens Network (NSN).

 

 

 

Secara terpisah, Konsultan Ekonomi Henrietta Lake mengakui pasar garmen di Indonesia akan tumbuh meskipun negara tujuan ekspor terbesar, AS, sedang mengalami krisis ekonomi. “AS merupakan negara terbesar yang menyerap ekpor garmen Indonesia . Hampir 60 persen ekspor garmen ke negara tersebut. Tetapi ini bisa dialihkan ke dalam negeri dan negara lainnya,” katanya.

 

“Kunci sukses dari mempertahankan tren positiif tersebut bagi industri garmen adalah meningkatkan produktivitas dan mendapat dukungan dari pemerintah,” katanya.

 

Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismi membenarkan pasar di Afrika dan Timur Tengah baru digarap sejak kuartal kedua lalu. Langkah itu diambil karena pasar AS mulai menunjukkan penurunan kala itu. Selama ini ekspor tekstil selain ke AS diserap oleh Uni Eropa (16 persen), Jepang (5 persen), dan UEA ( 4 persen).

 

”Kebanyakan kita menggunakan jasa logistik udara untuk mengirimkan sampel. Sedangkan ekspor barang tetap melalui laut,” katanya.

 

Data BPS mencatat, selama semester satu lalu performa beberapa komoditi ekspor Indonesia mengalami peningkatan. Conthnya, komponen otomotif tumbuh 25,7 persen dibandingkan periode sebelumnya alias mencatat 358,9 juta dollar AS, alas kaki naik 12,7 persen (521,2 juta dollar AS), furnitur naik 13,7 persen atau meraup 736,8 juta dollar AS.

 

Sebelumnya, Director Transportation & Logistic Asia Pacific Frost & Sullivan, R Gopal memperkirakan, industri pengangkutan atau logistik di Indonesia akan menghasilkan pendapatan senilai 1,75 miliar dollar AS pada tahun ini.

 

Dikatakannya, industri tekstil akan berkontribusi besar pada bisnis pengangkutan, disusul Food Manufacturing Consumer Good (FMCG), otomotif, gas, dan lainnya.

 

Tercatat, pengiriman tekstil akan berkontirbusi sebesar 37 persen dari nilai total pendapatan pengangkutan tahun ini. Sementara FMCG (21 persen), otomotif (17 persen, dan Gas (10 persen).

 

DHL sendiri pada tahun lalu di Asia Pasifik meraup pendapatan sebesar 6,6 miliar Euro. Di Indonesia perusahaan yang dimiliki Deutsche Post World Net tersebut   menguasai 40 persen pangsa pasar dengan melakukan 3,2 juta pengiriman barang lewat udara dan 19.700 TEUs melalui laut.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s