311008 Indonesia Harus Segera Migrasi Ke IPv6

Indonesia harus secepatnya melakukan migrasi  sistem pengalamatan jaringannya dari IPv4 ke IPv6, mengingat alokasi IP adress di IPv4 hanya tersisa sekitar 700 ribu di seluruh dunia.

 

IPv4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer di seluruh dunia.

 

Sedangkan  IPv6 merupakan jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.

 

“Kita harapkan migrasi selesai empat tahun lagi alias pada 2012. keberhasilan migrasi ini juga akan mendukung   pengoperasian infrastruktur jaringan serat optik internet

Palapa Ring pada tahun 2010,” ungkap Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar di Jakarta, Kamis (30/10).

 

Dijelaskannya, IPv6 memiliki kelebihan seperti tingkat keamanan jaringan lebih

tinggi, konfigurasi dan routing otomatis serta jumlah pengalamatan

yang bisa mencapai jumlah tidak terhingga atau setara setiap inci

permukaan bumi.

 

“Migrasi mendesak seiring kemajuan teknologi informasi mulai dari

keperluan data, email, transaksi online yang berujung pada penciptaan

efisiensi kerja manusia,” ujarnya.

 

Dikatakannya, pemerintah menargetkan jaringan  Palapa Ring pada 2012 akan

menghubungkan 50 persen dari 456 kota di Indonesia dengan total

kapasitas mencapai 600 Gigabit per detik (Gbps).

 

Jaringan ini akan menyumbang sedikitnya 10 juta pengguna internet

baru. Pada saat bersamaan jaringan ini dapat meghubungkan 30 juta

siswa ke internet dan jaringan milik pemerintah (e-governement) serta

potensi 70 juta penggakses internet mobile.

     

Dia memperkirakan,  kebutuhan alamat IP hingga 2012 di Indonesia akan mencapai 80 juta seiring dengan tingkat pertumbuhan pengguna internet di tanah air.

    

Namun kenyataannya, penyerapan dan pemanfaatan alokasi alamat IP masih sangat terbatas. Dari 30 juta pengguna inernet di Indonesia , distribusi IPv4 baru mencapai 500.000 alamat.

 

“Kondisi ini sangat tidak seimbang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi, pengguna dan aplikasi internet di Indonesia ,” katanya.

 

 Diungkapkannya, pemerintah   dan seluruh pemangku kepentingan di industri  telah membentuk gugus tugas mingrasi ke IPv6, yang melibatkan Asosiasi Penyelenggara

Jasa Internet Indonesia (APJII), International Internet Exchange (IIX), dan Network Access Privder (NAP).

    

Sementara itu anggota Gugus Tugas Migrasi ke IPv6,  John Sihar Simanjuntak mengatakan,  semua penyelenggara jasa internet akan mengikuti tren peralihan tersebut.

     

“Semuanya harus siap, akan tetapi tetap melihat besarnya investasi yang akan dikeluarkan setiap penyelenggara dalam mengalihkan infrastrukturnya,” kata Simanjuntak tanpa bersedia menyebut berapa  besar nilai investasi setiap

penyelenggara internet dalam pengadaan perangkat.[dni]

  

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s