281008 Pertaruhan di Ronde Terakhir

Bagi operator telekomunikasi, periode kuartal keempat setiap tahunnya diibaratkan
ronde terakhir dari satu pertarungan. Ya, kuartal keempat merupakan kesempatan
terakhir dari setiap operator telekomunikasi untuk mengeruk keuntungan dari
pelanggannya.
 
Momen berharga yang bisa dimanfaatkana adalah perayaan hari Natal dan Tahun Baru.
Bahkan, pada tutup tahun 2006 lalu terjadi tiga hari besar sekaligus yakni Lebaran
Haji, Natal, dan Tahun Baru.
 
Saat itu kenaikan trafik operator hampir menyamai perayaan Lebaran dimana terjadi
kenaikan trafik sebesar dua kali lipat. Bagi operator telekomunikasi, biasanya
rentang waktu satu tahun dibagi dalam beberapa periode untuk mengeruk keuntungan
dari pelanggan.
 
Periode Lebaran disebut sebagai mesin pengeruk keuntungan terbesar karena 30 persen
pendapatan satu tahun berasal dari sana. Kenaikan trafik akibat pengiriman ucapan
selamat lebaran dan penggunaan komunikasi selama satu bulan penuh biasanya mengalami
lonjakan hampir dua kali lipat.
 
Momen kedua adalah liburan sekolah yang bisa menyumbang 15 persen bagi pendapatan
satau tahun. Masa liburan selama satu bulan yang dimanfaatkan oleh pelanggan
menghabiskan waktu di satu tempat menjadi sasaran empuk operator. Terutama dengan
biaya komunkasi menjadi makin membengkak karena pelanggan berkomunikasi di luar area
asal.
 
Periode terakhir adalah Natal dan Tahun Baru. Saat Natal dan Tahun baru tidak hanya
pelanggan menghabiskan waktu berlibur yang membuat biaya berkomunikasi menjadi lebih
mahal, tetapi juga ada momen memberikan ucapan selamat bagi kerabat.
 
Meskipun lonjakan trafiknya tidak sedahsyat Lebaran, namun karena ada jarak waktu
pemberian ucapan antara Natal dan Tahun Baru serta momen liburannya, maka biasanya
periode ini mampu berkontribusi sebesar 20 persen bagi pendapatan satu operator.
 
Reformasi Program
Salah satu operator yang ingin mengoptimalkan sisa waktu tersisa tahun ini adalah PT
Excelcomindo Pratama Tbk (XL). Beralasan ingin memberikan sedikit sentuhan untuk
 promosi Tarif Telpon Semaumu, XL melakukan   reformasi bagi program yang telah
diberikan ke pelanggannya sejak Ramadan lalu itu.
 
Reformasi yang diberikan adalah  melengkapi program “Tarif Telpon Semaumu”
dengan memberikan manfaat gratis SMS bagi pelanggan dari operator yang telah
memiliki 22,9 juta pelanggan itu.
 
Tarif Telepon Semaumu sendiri memberikan manfaat gratis telepon berkali-kali dalam
kurun waktu 17 jam termasuk pada jam sibuk dengan uang hanya 1.000 rupiah bagi
pelanggannya. Nominal rupiah itu berasal dari pembicaraan selama 50 detik pertama
dengan tarif 20 rupiah per detik.
 
Sedangkan SMS gratis diterima pelanggan jika mengirim 8 SMS ke sesama nomor XL.
Jumlah SMS gratis yang diterima sebanyak   100 SMS selama 17 jam, mulai dari jam
00.00 – 17.00.  
 
“Kami hanya ingin menegaskan komitmen untuk memberikan tarif telepon termurah di
industri. Jadinya, ini dipertegas dengan melengkapi lagi program promosi yang lalu
sesuai kebutuhan komunikasi pelanggan,” ujar VP Marketing Consumer Solution XL
 Djunaedy Hermawanto VP di Jakarta, belum lama ini.
 
Program yang diluncurkan oleh XL sebenarnya hampir mirip dengan Indosat bagi
pelanggan prabayar IM3 dan Mentari. Pelanggan IM3 ditawari program   0,1 rupiah
per  detik untuk menelpon sepuasnya seharian serta tarif 0,1 rupiah per  sms
sepuasnya juga seharian.  
 
Tarif SMS berlaku setelah pelanggan mengirim 10 sms, sementara tarif telepon 0,1
rupiah per  detik berlaku ke sesama pelanggan Indosat setelah 10 detik mulai Pk.
00.00 – 11.00 (untuk Jabodetabek dan Banten berlaku mulai PK.01.00 – 11.00).
 
Selanjutnya mulai Pk.11.00 – 17.00 Rp.0.1/detik berlaku setelah 60 detik. Mulai
Pk.17.00 – 00.00 Rp.0,1/detik berlaku setelah 130 detik (untuk Jabodetabek &
Banten berlaku mulai Pk. 17.00 – 01.00).
 
Sementara bagi pelanggan Mentari ditawarkan tarif seribu rupiah per hari jika
mengirim SMS registrasi yang dibanderol juga dengan biaya ketika mengirimkannya.
 
Tarif  1000 rupiah per hari dapat dinikmati   mulai pukul 00.00 – 17.00. pada
saat registrasi berhasil maka dapatkan gratis nelpon ke sesama Indosat ( Matrix,
Mentari, IM3 dan StarOne ) selama 3.600 detik berikutnya dengan rentang waktu pakai
selama 17 jam ( 00.00 – 17.00 ).
   
Menanggapi langkah XL yang melakukan kombinasi dari penawaran program promosi
miliknya, Direktur Pemasaran Indosat Guntur S Siboro mengaku tidak
khawatir,”Sebenarnya tidak ada yang baru ditawarkan oleh XL. Mereka hanya
melengkapi program promosi sebelumnya. Jadi, buat apa kami bereaksi”.
 
Menurut Guntur, program promosi yang dimiliki Indosat selama ini sudah cukup bagus
sehingga tidak perlu ikut-ikutan mereformasi program untuk menggeber pertarungan di
ronde terakhir.
 
Tercatat, hingga akhir September lalu Indosat berhasil meraih sekitar 35,4 juta
pelanggan dengan pendapatan usaha selulernya mencapai 10,226 miliar rupiah atau naik
11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,146 miliar rupiah.
 
”Kenaikan itu karena dua program yang kami tawarkan selama Ranmadan lalu. Jika
kinerjanya bagus, kenapa harus diubah. Buktinya, malah diikuti oleh kompetitor
dengan permainan pemasaran ala mereka, bukan?”.
 
Senada dengan Guntur, GM Pemasaran Telkomsel Nirwan Lesmana mengaku tidak ada yang
luar biasa ditawarkan oleh XL. Nirwan mengatakan program promosi terbaru untuk
KartuAS yang diluncurkan pertengahan Oktober lalu tidak akan diubah hanya karena ada
program terbaru dari kompetitor.
 
Program yang dimaksud Nirwan adalah pola pentarifan berulang (Cyclic) berupa gratis
satu menit setelah berbicara satu menit.
 
”Program kami lebih ”Ma’nyus” dibandingkan mereka. Kompetitor kan memberikan
pembicaraan selama dua jam baru kena cyclic. Nah, sekarang apa ada jaminan dua jam
itu orang berbicara terus. Umumnya kan pembicaraan tidak lebih dari tiga menit,”
katanya.
 
Nirwan dan Guntur mengatakan, suasana kompetisi   yang lebih ketat dan adanya
krisis ekonomi global membuat operator menjadi lebih berhati-hati dalam meluncurkan
setiap program promosi.
 
”Meskipun kita tahu akhir tahun ini adalah momen terakhir pertarungan, tetapi
tidak bisa jor-joran. Kita harus atur napas untuk berkompetisi tahun depan,” kata
Guntur.
 
Di tahun depan, prediksi Guntur, operator tidak akan mudah lagi mendapatkan belanja
modal (Capital Expenditure/Capex) yang besar. Semua itu membuat perencanaan skema
pentarifan  promosi lebih diperketat.
 
”Tarif per menit di Indonesia sekarang sudah lebih murah dibanding di India. Di
sini berkisar antara 100-150 rupiah. Jika ada yang menawarkan di bawah angka
tersebut, maka siap-siap saja bunuh diri,” katanya.
 
Pada kesempatan lain, Sekjen Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG)
Muhammad Jumadi Idris menilai, program promosi yang diberikan oleh para operator
masih penuh dengan jebakan bagi pelanggan.
 
”Komunikasi iklan yang ditonjolkan lebih kepada angka murahnya. Tidak pernah ada
yang menjelaskan secara gamblang bagaiaman mendapatkan angka murah tersebut. Ini
membuat banyak konsumen menjadi tertipu. Saya sangat berharap regulator jeli melihat
hal ini,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s