241008 Pemerintah Tak Bisa Lepas Tangan dari Kasus Direct Vision

Pemerintah dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) harus bertanggung jawab menyelesaikan kasus penghentian siaran oleh PT Direct Vision (DV).

 

“Sejak DV itu beroperasi sudah menimbulkan kontroversi di tanah air. Komisi I pun sudah berulang kali mengingatkan Menkominfo. Sekarang mereka (Depkominfo) harus mempertanggungjawabkan hasil ngeyel-nya tersebut,” tegas Anggota Komisi I DPR RI Deddy Djamaluddin di Jakarta, Jumat (24/10).

 

Dia mengungkapkan, sejak awal DV sudah dipermasalhkan masalah tidak dipenuhinya asas resiprokal berkaitan dengan hak labuh satelit dari Malaysia . Belum lagi adanya isu tentang pemberian izin yang disinyalir banyak  aksi patgulipat.

 

“Tetapi waktu itu kan Depkominfo yakin sekali dengan langkahnya. Nah, sekarang mereka harus membereskan karut marut tersebut,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, DV menghentikan siarannya terhitung sejak 20 Oktober 2008 pukul 00.00 WIB sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penghentian siaran tersebut disebabkan tidak diperpanjangnya trade mark license agreement penggunaan brand Astro. Hal itu berujung kepada  dihentikannya berbagai layanan Astro Malaysia kepada  DV seperti pasokan channel dan transmisi satelit.

 

Menkominfo Muhammad Nuh berjanji akan memanggil pemilik DV untuk meminta klarifikasi. Dan jika dari hasilklarifikasi ditemukan ada kesalahan, maka Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) milik PT Direct Vision (DV) bisa dicabut oleh regulator. 

 

Dirjen SKDI Depkominfo Freddy Tulung menegaskan, jika ada pihak-pihak yang mengatakan proses pemberian izin bagi DV tidak beres, supaya menunjukkan bukti-bukti yang kongkrit.[dni] 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s