241008 Enam Maskapai Perbangan Asing Tambah Rute

JAKARTA-Departemen Perhubungan (Dephub) mengeluarkan izin khusus kepada enam maskapai penerbangan asing menambah rute penerbangan ke beberapa kota di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mendukung program Visit Indonesia 2008.

  

Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubungan Udara Departemen Perhubungan Tri Sunoko menjelaskan enam maskapai penerbangan tersebut ialah  Singapore Airlines, Shanghai Airlines, China Eastern Airlines, Transaero (Rusia), Firely (Malaysia) dan Hongkong Express.

  

Singapore Airlines menambah rute Singapura-Denpasar PP sebanyak 7 kali seminggu dengan kewajiban bekerjasama dengan Garuda Indonesia. Dengan demikian maka total penerbangan maskapai Singapura tersebut menjadi 28 kali per minggu.

  

Sementara maskapai penerbangan dari China seperti China Eastern Airlines dan Shanghai Airlines diijinkan menambah penerbangan dari Shanghai-Denpasar PP sebanyak 2 kali setiap minggu. Sedangkan untuk maskapai Firefly dari Malaysia diizinkan menambah penerbangan untuk rute Subang-Pekanbaru, Penang-Medan dan Penang-Banda Aceh.

  

Khusus maskapai Transaero dari Rusia diberikan ijin penerbangan charter ke Denpasar hingga akhir tahun ini. “Dengan adanya penambahan izin rute penerbangan maskapai asing ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia,” kata Tri Sunoko di Jakarta, Jumat (24/10).

 

Secara terpisah Juru bicara Singapore Airline Glory Henriette mengakui, izin untuk menambah frekuensi dan rute tersebut sudah diajukan sejak lama. ”Masalahnya izin untuk menambah frekuensi tersebut baru keluar dan hanya berlaku hingga Desember 2008. Jadi, tinggal satu bulan lagi kesempatan bagi kami memaksimalkannya,” ujarnya.

 

Glory mengharapkan, regulator berkenan untuk memperpanjang jumlah frekuensi tersebut hingga tahun depan agar maskapai asing semakin banyak membawa wisatawan asing ke Indonesia.

 

Sementara itu, CEO Royalindo Convention International Iqbal Alan Abdullah, mengungkapkan, semakin banyaknya frekuensi penerbangan asing ke Indonesia akan semakin menggairahkan bisnis  Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) tahun ini.

 

“Kita memang memiliki program untuk menunjang target 7 juta wisman selama VIY 2008 digenjot melalui MICE. Baguslah kalau didukung oleh Dephub,” katanya.

 

Dijelaskannya,   pasar yang dibidik oleh industri MICE adalah wisman dari Asia dan Australia . “Dua negara itu adalah pasar loyal kita. Sedangkan AS dan Eropa yang sedang krisis, hanya perlu diretensi,” jelasnya.

 

Menurut dia, dampak dari satu kegiatan konferensi adalah nilai pendapatan yang diterima negara karena selama ajang tersebut peserta mengeluarkan uang segar.

 

Untuk satu kegiatan, biasanya menghasilkan devisa bagi negara sekitar satu hingga 10 juta dollar AS. 

 

Angka tersebut didapat dari pengeluaran per hari dari para peserta sekitar  100 hingga 500 dollar AS. Sementara untuk wisman yang hanya ingin berlibur  Rata-rata   menghabiskan uang  75 sampai 100 dollar AS per hari. 

 

“Tahun ini selama VIY 2008 sudah ada 400 kegiatan yang kita laksanakan. Skalanya diikuti 300 hingga 400 peserta. Target kita hingga akhir tahun melaksanakan 450 kegiatan,” ungkapnya.

 

Cabut SIUP

Berkaitan dengan banyaknya perusahaan yang tidak mengoptimalkan  Surat Ijin Usaha Penerbangan (SIUP) miliknya, Tri Sunoko menegaskan, regulator memberikan batas waktu hingga  25  Juli  2009 bagi para maskapai tersebut untuk  menunjukan  perkembangan kinerja. 

 

Ancaman  itu  juga berlaku bagi  sejumlah  maskapai penerbangan   baru  berjadwal  dan  carter.

 Maskapai yang  bakal  dicabut  SUP-nya  itu   diantaranya Golden Air, Asia Avia Megantara, Bali Inter Air Service, Star Air, Ekasari Lorena, Air Paradise, Indonesian Airline, Bayu Indonesia, Bouraq Airline, Selawah, Top Sky International, Efata Papua Airline, Eagle Transport Air Service, Adam Sky Conection Airline.

 Selain  akan mencabut  SIUP, dia   juga mengungkapkan, pihaknya  telah   menerima  proposal pengajuan  izin 10  maskapapi penerbangan  baru .

Diantaranya, delapan penerbangan niaga dan dua untuk sekolah penerbangan.  Diantaranya   Asia Link Cargo, Armindo, Enggang, Global Madya, Atlas Delta Aviation, Jhonlin Air Transport.

Sedangkan yang mengajukan angkutan udara niaga berjadwal adalah, Travira dan  North Aceh. “Yang mengajukan untuk sekolah adalah National Aviation Management dan Dirgantara Indonesia,” ungkapnya.   

Menurutnya, banyaknya perusahaan yang mengajukan izin penerbangan, karena bisnis penerbangan adalah bisnis prestise dan banyak mendatangkan keuntungan besar.[dni]

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s