281008 Pita BWA Siap Ditender

Pemerintah menjadwalkan tender frekuensi layanan Broadband Wireless Access (BWA)
akan berlangsung sekitar Desember 2008 ini.
 
Ketua Tim Penyelenggaraan BWA, Suhono Harso Supangkat, mengungkapkan ada selebar 100
MHz pita frekuensi yang akan ditender di pita 2,3 GHz dan 3,3 GHz. Dari kedua pita
tersebut, 75 persen akan dialokasikan untuk BWA Nomadic, sementara 25 persen sisanya
untuk BWA Mobile.
 
Tender nantinya, lanjut Suhono, akan digelar untuk tiap  wilayah. Di tiap wilayah,
akan dipilih delapan operator untuk memenangkan lisensi yang bisa dimanfaatkan untuk
menggelar layanan broadband dengan teknologi Wimax.
 
“Tiap operator di satu wilayah berkesempatan memenangkan pita BWA selebar 12,5 MHz,”
jelasnya di Jakarta, belum lama ini.
 
Dijelaskanya, sebelum mencapai tahapan tender, pemerintah terlebih dulu mengujicoba
layanan BWA teknologi Wimax tersebut di area terbatas. Lokasi yang diambil untuk
ujicoba ini bertempat di Bandung, Jawa Barat.
 
Dalam ujicoba yang akan berlangsung selama tiga bulan hingga Desember, pemerintah
menggandeng Telkom sebagai operator, dan PT Hariff serta PT Indonesian Tower sebagai
penyedia perangkat Wimax. “Saat ini, kami masih ujicoba tertutup di Telkom Risti,
Geger Kalong, Bandung,” jelasnya, 
 
Setelah ujicoba tertutup itu selesai, lanjut dia, pemerintah akan menggelar akses
Wimax secara terbuka untuk publik Bandung. Rencananya, tiap penyedia perangkat Wimax
akan menyiapkan masing-masing 10 titik akses.[dni]

281008 Proyek MWIFO Habiskan US$ 10 Juta

Proyek MWIFO yang digagas oleh PT iForte Mitra Multimedia menghabiskan dana sekitar
10 juta dollar AS hingga peluncurannya pada tahun depan nanti.
 
Proyek tersebut adalah  pembangunan jaringan serat optik sepanjang 350 kilometer di
seluruh koridor busway di Jakarta. Serat optik itu hanya menunpang di sekitar jalur
busway bukan tepat di jalurnya.  Anggaran sebesar 3,5 juta dolllar AS dihabiskan
untuk membangun serat optik, 2,5 juta dollar AS untuk penghubung jaringan, dan
sisanya perangkat pendukung. 
 
“Rencananya kita akan menjangkau seluruh 15 titik busway. Sekarang baru ada 10
titik . Agustus lalu kita sudah soft launching, dan tahun depan beroperasi,”
ujar    Andrie Tijoe, Presdir PT iForte Mitra Multimedia, di Jakarta, belum lama
ini.
 
iForte sendiri merupakan operator jaringan tertutup (jartup) yang coba mencari
peluang memasarkan sambungan serat optiknya ke tiap perkantoran di sekitar jalur
busway. Pasar yang digarapnya tak hanya sentral bisnis, tapi juga perkantoran yang
ada di daerah pinggiran yang dilalui oleh jalur busway.
 
“Keunggulan kami menghubungkan seluruh aktivitas perkantoran di seantero DK Jakart.
Bukan hanya di pusat kota. Untuk itu, kami satu-satunya yang punya jaringan,” klaim
Andrie.
 
Sementara itu, Country Manager Allied Telesis Harvy Asra mengungkapkan, adanya
proyek MWIFO menolong penjualan perusahaannya tahun ini karena setelaha danya krisis
global menekan angka penjualan produknya. “Kami menyediakan penghubung
jariangannya untuk proyek ini. Karena ada krisis penjualan kita menurun 10 persen.
Untunglah ada program ini,” tuturnya. [dni]

281008 Antara Luna Maya dan Simpanse

Biar kata mirip buaya, bagi ku kau Luna Maya
Ooh I Love You Bibeh…
 
Syair lagu milik band pengusung aliran retro Changchuters tersebut dapat dikatakan
sebagai gambaran dari perang komunikasi antaroperator telekomunikasi saat ini. Ya,
apapun dilakukan oleh operator agar pelanggannya tetap mengatakan I Love U Bibeh ke
produknya.
 
Karena itulah, untuk setiap komunikasi pemasarannya, operator rela merogoh kocek
lumayan dalam guna menggandeng artis sebagai ikon produknya. Semua ini agar
pelanggan merasa terwakilkan sikapnya melalui produk yang digunakannya, sama dengan
sang artis yang menjadi ikon.
 
Namun tidak demikian dengan XL. Jika sebelumnya XL setia menggunakan artis cantik
Luna Maya sebagai endorser untuk produk prabayarnya, entah kenapa,  program
reformasi Tarif Telpon Semaumu menggunakan  seekor simpanse sebagai ikon.
 
Digunakannya seekor simpanse tersebut menjadi bahan diskusi yang menarik di industri
seluler. Semua ini karena XL menggunakan ikon di luar pakem yang berlaku yakni
artis-artis cantik nan aduhai.
 
Lihat saja, Indosat selalu mewarnai iklannya dengan wanita-wanita cantik. Hal yang
sama juga dilakukan oleh Telkomsel yang tidak hanya menggunakan Indra Bekti ditemani
oleh  Sandra Dewi dan  Happy Salma secara bergantian. 
 
“Kami hanya ingin melakukan komunikasi pemasaran yang langsung ke sasaran. Luna
Maya belum kita tinggalkan. Ini hanya ingin membuat shock pasar sesaat saja,” ujar
GM Pemasaran XL Riza Rachamdsyah di Jakarta, belum lama ini.
 
Dijelaskannya, komunikasi pemasaran yang menggunakan simpanse tersebut untuk
menegaskan program terbaru milik XL tidak memerlukan pelanggan berfikir ratusan kali
untuk memutuskan menggunakan produk XL. “Jadinya, kita ingin mencitrakan melalui
simpanse itu tidak usah banyak mikirlah untuk pakai XL,” katanya.
 
Praktisi Komunikasi dari Universitas Indonesia Fauzie Suaib menilai langkah XL yang
menggunakan binatang sebagai ikon produknya sebagai langkah kreatif yang harus
diapresiasi.
 
“Sebagai hasil pemikiran kreatif saya rasa itu wajar saja. Saya sendiri menganggap
itu sebagai suatu hiburan,” jelasnya.
 
Namun, lanjutnya, jika dikaitkan dengan etika dan kepatutan yang berlaku di publik,
maka langkah XL tersebut bisa menjadi bahan perdebatan yang panjang. “Etika kan
berlaku untuk komunitas. Nah, masalahnya setahu saya di periklanan belum ada etika
yang mengatur boleh atau tidaknya seekor simpanse dijadikan ikon. Karena itu bagi
saya sebagai bentuk komunikasi pemasaran ini hal yang biasa saja,” tuturnya.
 
Sementara itu, Wakil Direktur bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer
menjelaskan, seorang ikon yang ditampilkan  dalam suatu iklan operator selalu
diidentikkan sebagai perwakilan dari pelanggannya.
 
Biasanya endorser adalah bentuk personifikasi dari produk yang ingin ditampilkan
oleh satu operator. “Kami menggunakan Agus Ringgo karena ingin menampilkan citra
Esia sebagai produk yang mudah dan ramah bagi pelanggan. Hal itu sesuai dengan citra
yang selalu ditampilkan oleh si Artis dalam sehari-hari atau komunikasi iklan
kami,” katanya.
 
GM Pemasaran Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, bagi Telkomsel ikon harus bisa
mewakilkan citra produknya. “Kami biasanya mengontrak si Artis jangka panjang.
Jadi, kita bangun citra produk  melekat ke si Artis begitu juga sebaliknya. Masalah
ada yang menggunakan ikon dalam bentuk lain, itu hak mereka. Publik yang akan
menilai mana ikon  yang mewakili atau sebaliknya melecehkan mereka,”
katanya.[doni ismanto]

281008 Pertaruhan di Ronde Terakhir

Bagi operator telekomunikasi, periode kuartal keempat setiap tahunnya diibaratkan
ronde terakhir dari satu pertarungan. Ya, kuartal keempat merupakan kesempatan
terakhir dari setiap operator telekomunikasi untuk mengeruk keuntungan dari
pelanggannya.
 
Momen berharga yang bisa dimanfaatkana adalah perayaan hari Natal dan Tahun Baru.
Bahkan, pada tutup tahun 2006 lalu terjadi tiga hari besar sekaligus yakni Lebaran
Haji, Natal, dan Tahun Baru.
 
Saat itu kenaikan trafik operator hampir menyamai perayaan Lebaran dimana terjadi
kenaikan trafik sebesar dua kali lipat. Bagi operator telekomunikasi, biasanya
rentang waktu satu tahun dibagi dalam beberapa periode untuk mengeruk keuntungan
dari pelanggan.
 
Periode Lebaran disebut sebagai mesin pengeruk keuntungan terbesar karena 30 persen
pendapatan satu tahun berasal dari sana. Kenaikan trafik akibat pengiriman ucapan
selamat lebaran dan penggunaan komunikasi selama satu bulan penuh biasanya mengalami
lonjakan hampir dua kali lipat.
 
Momen kedua adalah liburan sekolah yang bisa menyumbang 15 persen bagi pendapatan
satau tahun. Masa liburan selama satu bulan yang dimanfaatkan oleh pelanggan
menghabiskan waktu di satu tempat menjadi sasaran empuk operator. Terutama dengan
biaya komunkasi menjadi makin membengkak karena pelanggan berkomunikasi di luar area
asal.
 
Periode terakhir adalah Natal dan Tahun Baru. Saat Natal dan Tahun baru tidak hanya
pelanggan menghabiskan waktu berlibur yang membuat biaya berkomunikasi menjadi lebih
mahal, tetapi juga ada momen memberikan ucapan selamat bagi kerabat.
 
Meskipun lonjakan trafiknya tidak sedahsyat Lebaran, namun karena ada jarak waktu
pemberian ucapan antara Natal dan Tahun Baru serta momen liburannya, maka biasanya
periode ini mampu berkontribusi sebesar 20 persen bagi pendapatan satu operator.
 
Reformasi Program
Salah satu operator yang ingin mengoptimalkan sisa waktu tersisa tahun ini adalah PT
Excelcomindo Pratama Tbk (XL). Beralasan ingin memberikan sedikit sentuhan untuk
 promosi Tarif Telpon Semaumu, XL melakukan   reformasi bagi program yang telah
diberikan ke pelanggannya sejak Ramadan lalu itu.
 
Reformasi yang diberikan adalah  melengkapi program “Tarif Telpon Semaumu”
dengan memberikan manfaat gratis SMS bagi pelanggan dari operator yang telah
memiliki 22,9 juta pelanggan itu.
 
Tarif Telepon Semaumu sendiri memberikan manfaat gratis telepon berkali-kali dalam
kurun waktu 17 jam termasuk pada jam sibuk dengan uang hanya 1.000 rupiah bagi
pelanggannya. Nominal rupiah itu berasal dari pembicaraan selama 50 detik pertama
dengan tarif 20 rupiah per detik.
 
Sedangkan SMS gratis diterima pelanggan jika mengirim 8 SMS ke sesama nomor XL.
Jumlah SMS gratis yang diterima sebanyak   100 SMS selama 17 jam, mulai dari jam
00.00 – 17.00.  
 
“Kami hanya ingin menegaskan komitmen untuk memberikan tarif telepon termurah di
industri. Jadinya, ini dipertegas dengan melengkapi lagi program promosi yang lalu
sesuai kebutuhan komunikasi pelanggan,” ujar VP Marketing Consumer Solution XL
 Djunaedy Hermawanto VP di Jakarta, belum lama ini.
 
Program yang diluncurkan oleh XL sebenarnya hampir mirip dengan Indosat bagi
pelanggan prabayar IM3 dan Mentari. Pelanggan IM3 ditawari program   0,1 rupiah
per  detik untuk menelpon sepuasnya seharian serta tarif 0,1 rupiah per  sms
sepuasnya juga seharian.  
 
Tarif SMS berlaku setelah pelanggan mengirim 10 sms, sementara tarif telepon 0,1
rupiah per  detik berlaku ke sesama pelanggan Indosat setelah 10 detik mulai Pk.
00.00 – 11.00 (untuk Jabodetabek dan Banten berlaku mulai PK.01.00 – 11.00).
 
Selanjutnya mulai Pk.11.00 – 17.00 Rp.0.1/detik berlaku setelah 60 detik. Mulai
Pk.17.00 – 00.00 Rp.0,1/detik berlaku setelah 130 detik (untuk Jabodetabek &
Banten berlaku mulai Pk. 17.00 – 01.00).
 
Sementara bagi pelanggan Mentari ditawarkan tarif seribu rupiah per hari jika
mengirim SMS registrasi yang dibanderol juga dengan biaya ketika mengirimkannya.
 
Tarif  1000 rupiah per hari dapat dinikmati   mulai pukul 00.00 – 17.00. pada
saat registrasi berhasil maka dapatkan gratis nelpon ke sesama Indosat ( Matrix,
Mentari, IM3 dan StarOne ) selama 3.600 detik berikutnya dengan rentang waktu pakai
selama 17 jam ( 00.00 – 17.00 ).
   
Menanggapi langkah XL yang melakukan kombinasi dari penawaran program promosi
miliknya, Direktur Pemasaran Indosat Guntur S Siboro mengaku tidak
khawatir,”Sebenarnya tidak ada yang baru ditawarkan oleh XL. Mereka hanya
melengkapi program promosi sebelumnya. Jadi, buat apa kami bereaksi”.
 
Menurut Guntur, program promosi yang dimiliki Indosat selama ini sudah cukup bagus
sehingga tidak perlu ikut-ikutan mereformasi program untuk menggeber pertarungan di
ronde terakhir.
 
Tercatat, hingga akhir September lalu Indosat berhasil meraih sekitar 35,4 juta
pelanggan dengan pendapatan usaha selulernya mencapai 10,226 miliar rupiah atau naik
11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,146 miliar rupiah.
 
”Kenaikan itu karena dua program yang kami tawarkan selama Ranmadan lalu. Jika
kinerjanya bagus, kenapa harus diubah. Buktinya, malah diikuti oleh kompetitor
dengan permainan pemasaran ala mereka, bukan?”.
 
Senada dengan Guntur, GM Pemasaran Telkomsel Nirwan Lesmana mengaku tidak ada yang
luar biasa ditawarkan oleh XL. Nirwan mengatakan program promosi terbaru untuk
KartuAS yang diluncurkan pertengahan Oktober lalu tidak akan diubah hanya karena ada
program terbaru dari kompetitor.
 
Program yang dimaksud Nirwan adalah pola pentarifan berulang (Cyclic) berupa gratis
satu menit setelah berbicara satu menit.
 
”Program kami lebih ”Ma’nyus” dibandingkan mereka. Kompetitor kan memberikan
pembicaraan selama dua jam baru kena cyclic. Nah, sekarang apa ada jaminan dua jam
itu orang berbicara terus. Umumnya kan pembicaraan tidak lebih dari tiga menit,”
katanya.
 
Nirwan dan Guntur mengatakan, suasana kompetisi   yang lebih ketat dan adanya
krisis ekonomi global membuat operator menjadi lebih berhati-hati dalam meluncurkan
setiap program promosi.
 
”Meskipun kita tahu akhir tahun ini adalah momen terakhir pertarungan, tetapi
tidak bisa jor-joran. Kita harus atur napas untuk berkompetisi tahun depan,” kata
Guntur.
 
Di tahun depan, prediksi Guntur, operator tidak akan mudah lagi mendapatkan belanja
modal (Capital Expenditure/Capex) yang besar. Semua itu membuat perencanaan skema
pentarifan  promosi lebih diperketat.
 
”Tarif per menit di Indonesia sekarang sudah lebih murah dibanding di India. Di
sini berkisar antara 100-150 rupiah. Jika ada yang menawarkan di bawah angka
tersebut, maka siap-siap saja bunuh diri,” katanya.
 
Pada kesempatan lain, Sekjen Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG)
Muhammad Jumadi Idris menilai, program promosi yang diberikan oleh para operator
masih penuh dengan jebakan bagi pelanggan.
 
”Komunikasi iklan yang ditonjolkan lebih kepada angka murahnya. Tidak pernah ada
yang menjelaskan secara gamblang bagaiaman mendapatkan angka murah tersebut. Ini
membuat banyak konsumen menjadi tertipu. Saya sangat berharap regulator jeli melihat
hal ini,” tegasnya.[dni]

271008 Pertamina Diminta Kembali Menurunkan Harga Avtur

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal meminta Pertamina untuk kembali menurunkan harga avtur yang diberikan ke maskapai nasional setelah melakukannya menjelang Lebaran lalu.

 

”Harga minyak mentah dunia kan sudah menunjukkan penurunan yang tajam selama bulan ini, rasanya wajar diminta penurunan. Besaranya bisa 20, 30 hingga 40 persen dari harga bulan lalu,” ujar Jusman di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Jusman menjelaskan, jika Pertamina melakukan penurunan harga avtur dalam persentase yang besar, akan berdampak luar biasa bagi industri penerbangan menjelang tutup tahun ini.

 

Dampaknya adalah turunnya harga fuel surcharge yang berujung pada murahnya tarif tiket. Jika tarif tiket semakin murah, maka akan memicu naiknya jumlah penumpang. Bukan hanya penumpang, tetapi juga bisa menaikkan kapasitas kargo.

 

”Ini tentunya akan menggerakkan sektor riil. Seharusnya Pertamina berfikir seperti itu,” katanya.

 

Selain meminta Pertamina menurunkan harga avtur, Jusman juga menyarankan, Pertamina meninjau pola penetapan harga avtur bagi maskapai nasional. ”Jika biasanya ditentukan satu bulan sekali, baiknya setiap dua minggulah. Kan harga minyakmentah fluktuatif terus,” jelasnya.

 

Berkaitan dengan tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia yang akhir-akhir ini diwarnai dengan insiden kecelakaan, Jusman menegaskan, maskapai nasional masih menunjukkan komitmen yang tinggi untuk aspek tersebut.

 

”Memang ada beberapa kejadian kecelakaan. Tetapi itu semua sudah mengikuti prosedur baku keselamatan,” katanya.

 

Dia meminta, untuk menghindari terjadinya kecelakaan, industri pendukung penerbangan seperti bengkel perawatan meningkatkan kinerjanya. ”Beberapa kejadian seperti ban kempis itu sepertinya bisa dideteksi kalau bengkel perawatan bekerja optimal,”jelasnya.

 

Sebelumnya, Pertamina saat menghadapi Lebaran lalu menurunkan  harga avtur sebesar 15 persen bagi maskapai nasional karena terjadinya penurunan harga minyak mentah di pasar dunia. 

 

Penurunan sebesar 15 persen tersebut membuat harga avtur yang sebelumnya sekitar  11.825 rupiah per liter menjadi  10.021 rupiah per liter. Dampak dari penurunan harga avtur itu adalah turunnya komponen biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) yang diberlakukan oleh maskapai nasional.

 

Sedangkan belum lama ini harga minyak mentah dunia  ditutup pada harga 69,85 dolar AS per barel atau turun lebih dari 50 persen dibanding Juli 2008 sebesar 147 dollar AS per barel.

 

Berdasarkan catatan, pada 15 Oktober lalu, Pertamina  telah menurunkan harga BBM industri sebesar 4,2 persen dibanding harga 1 Oktober 2008.  Saat ini harga minyak tanah industri 7.629 rupiah per liter, minyak solar 7.352 rupiah minyak diesel 7.246 rupiah, minyak bakar menjadi 6.773 rupiah, dan Pertamina DEX 5.723 rupiah per liter. Namun, khusus untuk Avtur belum ada perubahan sejak Lebaran lalu.

 

Operation Director Batavia Air Noer Effendi menyetujui, harga avtur diturunkan oleh Pertamina ”Jika melihat harga minyak mentah di dunia yang cenderung menunjukkan penurunan, maka permintaan   turun sebesar 20 hingga 30 persen saya rasa hal yang wajar dan akan sangat membantu industri penerbangan,” ujarnya.

 

Dijelaskannya, turunnya harga avtur akan menolong maskapai  mengingat komponen bahan bakar berkontribusi sebasar 40 persen bagi beban operasional. Apalagi saat ini tingkat isian dari pesawat cenderung mengalami penurunan.

 

”Musim penuh penumpang itu sudah lewat pada Lebaran lalu. Sedangkan satu bulan ke depan cenderung kosong. Kita hanya tinggal harapkan pada liburan akhir tahun,” ujarnya.[dni]

 

271008 Pelanggan Telkomsel Area II Meningkat 18%

Pelanggan Telkomsel di wilayah area II yang meliputi Jabodetabek dan Jawa Barat meningkat sebesar 18 persen atau sekitar 14,5 juta pelanggan dibandingkan awal tahun lalu yang meraih 12,3 juta pelanggan.

 

Sebanyak 1,2 juta pelanggan baru (Nett Add) berasal dari  Jabodetabek dan sisanya dari  Jawa Barat. Pada awal tahun lalu di kedua daerah tersebut  pelanggan Telkomsel berjumlah  sekitar 8 juta nomor (Jabodetabek) dan  4,3 juta nomor (Jawa Barat).

 

”Angka tersebut sudah melampaui target yang kami patok. Sisa waktu yang tersisa bulan ini masih bisa dioptimalkan untuk meraih pelanggan baru karena masih ada momen akhir tahun,” ujar VP Telkomsel Area II Irwin Sakti kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Dikatakannya, wilayah Area II memiliki arti yang  penting bagi Telkomsel mengingat kedua wilayah tersebut adalah etalase persaingan seluler di Indonesia. ”Belum lagi dari sisi Average Revenue Per User (ARPU). Wilayah ini berada di posisi teratas setelah Sumatera dan Jawa Timur. Sedangkan kontribusinya untuk pendapatan perseroan mencapai 35 hingga 40 persen,” tuturnya.

 

Untuk menunjang kinerja Area II meraih pelanggan baru, jelasnya, perseraon menyediakan sekitar tujuh ribu BTS di kedua wilayah tersebut. ”Hampir 60 persen berada di Jabotabek. Ini karena kami ingin mempertahankan kualitas yang bagus, meskipun tarif diturunkan,” katanya.

 

Selain menyediakan infrastruktur yang kuat , lanjutnya, titik pelayanan juga disebar ke berbagai daerah. Saat ini Telkomsel memiliki 11 Grapari dan 75 gerai halo. Grapari adalah titik layanan yang langsung dikelola oleh Telkomsel, sementara gerai halo hasil kerjasama dengan mitra dealer.

 

”Gerai halo ini fungsinya penting sekali untuk menjamin keberadaan Telkomsel di setiap wilayah. Karena itu kami selalu memberikan apresiasi secara periodik kepada pengelola gerai terbaik melalui ajang ”Gerai Halo Award’. Tahun ini pemenangnya adalah gerai halo yang dikelola oleh mitra Permata Ibu,” ungkapnya.[dni]

241008 Pemerintah Tak Bisa Lepas Tangan dari Kasus Direct Vision

Pemerintah dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) harus bertanggung jawab menyelesaikan kasus penghentian siaran oleh PT Direct Vision (DV).

 

“Sejak DV itu beroperasi sudah menimbulkan kontroversi di tanah air. Komisi I pun sudah berulang kali mengingatkan Menkominfo. Sekarang mereka (Depkominfo) harus mempertanggungjawabkan hasil ngeyel-nya tersebut,” tegas Anggota Komisi I DPR RI Deddy Djamaluddin di Jakarta, Jumat (24/10).

 

Dia mengungkapkan, sejak awal DV sudah dipermasalhkan masalah tidak dipenuhinya asas resiprokal berkaitan dengan hak labuh satelit dari Malaysia . Belum lagi adanya isu tentang pemberian izin yang disinyalir banyak  aksi patgulipat.

 

“Tetapi waktu itu kan Depkominfo yakin sekali dengan langkahnya. Nah, sekarang mereka harus membereskan karut marut tersebut,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, DV menghentikan siarannya terhitung sejak 20 Oktober 2008 pukul 00.00 WIB sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penghentian siaran tersebut disebabkan tidak diperpanjangnya trade mark license agreement penggunaan brand Astro. Hal itu berujung kepada  dihentikannya berbagai layanan Astro Malaysia kepada  DV seperti pasokan channel dan transmisi satelit.

 

Menkominfo Muhammad Nuh berjanji akan memanggil pemilik DV untuk meminta klarifikasi. Dan jika dari hasilklarifikasi ditemukan ada kesalahan, maka Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) milik PT Direct Vision (DV) bisa dicabut oleh regulator. 

 

Dirjen SKDI Depkominfo Freddy Tulung menegaskan, jika ada pihak-pihak yang mengatakan proses pemberian izin bagi DV tidak beres, supaya menunjukkan bukti-bukti yang kongkrit.[dni]