231008 DKI Jakarta Serap 43% Investasi Asing

Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta  berhasil menyerap 43 persen atau 7,59 miliar
dollar AS dari total investasi asing di Indonesia   yang mencapai 16,657 miliar
dollar AS hingga September lalu.
 
DKI Jakarta sendiri menargetkan tahun ini akan ada investasi asing sebesar 65
triliun rupiah atau meningkat 47,7 persen dari realisasi investasi tahun lalu
sebesar 44 triliun rupiah. Derasnya investasi asing itu  akibat ada  400 proyek
yang  digelar tahun ini baik oleh pemerintah atau swasta.
 
Investor asing yang memiliki kontribusi dana besar bagi DKI Jakarta berasal dari
Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, India, dan Australia. Biasanya proyek
yang mereka garap adalah di sektor properti, infrastruktur, Teknologi Informasi
(TI), dan pariwisata.
 
“Peningkatan investasi tersebut berkat rajinnya kita mempromosikan bahwa DKI Jakarta
telah berubah. Kita sekarang benar-benar investor friendly,” ujar Wakil Gubernur DKI
Jakarta Prijanto di Jakarta, Kamis (23/10).
 
Dijelaskannya, dalam rangka menarik investor asing datang ke Jakarta , Pemprov
mengenalkan sistim layanan satu pintu atau One Gate Services bagi investor asing.
 
Adanya layanan ini memberikan waktu yang cepat bagi para investor untuk berusaha di
Indonesia . Jika sebelumnya, untuk mengurus izin memerlukan waktu selama 96 hari,
berkat one gate services dipangkas menjadi 38 hari.
 
“Selain itu kami juga memberikan jaminan bagi investor berupa kepastian hukum dan
jaminan keamanan. Inilah yang membuat Jakarta menjadi primadona,” tuturnya.
 
Dijelaskannya, saat ini Pemprov sedang memfasilitasi beberapa investor asing untuk
mengembangkan kawasan Berikat Nusantara dan pantai Ancol. 
 
“Lalu lintas perdagangan di Jakarta lumayan tinggi. Kita butuh pelabuhan yang
banyak. Karena itu Marunda dikembangkan. Hal yang sama juga berlaku untuk Ancol,”
jelasnya.
 
Berdasarkan data BPMPKUD, peluang investasi yang menggiurkan di Jakarta adalah
pengelolaan sampah. Pada 2007 sampah di Jakarta mencapai 6 ribu ton per hari.
Sementara sampah yang terangkut setiap harinya 5 ribu ton terangkut ke Tempat
Pembuangan Sementara (TPS) atau Tempat pembuangan Akhir (TPA). Saat ini DKI Jakarta
baru memiliki satu TPA yaitu Bantar Gebang dan satu Pusat Daur Ulang & Kompos
(PDUK).
 
Sektor lain yang belum digarap maksimal dan memerlukan investasi asing adalah gas,
perumahan berupa Rusunami, dan perternakan. 
 
Chairman Aus/Indo Business Council (AIBC) Hon. John Murray mengungkapkan, pada tahun
lalu beberaa perusahaan dari Australia yang masuk ke Jakarta karena tertarik dengan
perubahan iklim investasi dari provinsi ini.Salah satunya bergerak dibidang
alat-alat kesehatan yakni GAM Masonics. 
 
“Perusahaan ini menggandeng investor Malaysia dan Indonesia . Investasinya sebesar 2
juta dollar AS. Sedangkan nilai pasarnya mencapai 10 juta dollar AS,” jelasnya.
 
Pada kesempatan lain, Direktur Utama Bank DKI Winny E. Hassan menjanjikan, bank
milik pemerintah daerah tersebut akan memberikan kemudahan pembiayaan bagi investor
asing yang ingin masuk ke Jakarta .
 
“Terus terang selama ini investor asing lebih mempercayai bank responden dari
mitranya. Nah, kita ingin mengubah paradigma tersebut dengan mengatakan bank lokal
juga mampu,” katanya.
 
Peluang yang ada terdapat pada sektor pengadaan daging dari Australia dimana proses
letter of credit biasanya agak susah didapat oleh importir atau eksportir. 
 
“Kita ingin memberikan kemudahan jaminan L/C itu tidak perlu sampai 10 persen.
Jadinya, harga daging bisa lebih murah di Jakarta ,” jelasnya.
 
Winny mengakui, pasar investor asing belum digarap maksimal karena sebagai bank
regional, pihaknya lebih terkonsentrasi menggarap perdagangan antar pulau. “Pasar
lokal juga besar. Hingga semester pertama lalu kita sudah menyalurkan kredit sebesar
5,4 tiliun rupiah,” ungkapnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s