231008 Bukan Lembaga Arisan

Begitu Panitia Seleksi Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengumumkan pembukaan calon anggota BRTI periode 2009-2011, puluhan orang mengunduh formulir calon anggota dari situs postel.go.id.

 

Ya, terlepas lembaga ini dituding belum ideal dan tidak independen, para “penikmat” telekomunikasi masih berminat untuk menjadi anggota lembaga yang digaji  sekitar 10 juta rupiah setiap bulannya itu.

 

Bahkan, anggota periode kedua yang baru menjabat satu periode pun disebut-sebut telah mengambil formulir dan mendaftarkan diri untuk kembali berkantor di Menara Ravindo, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

 

Tercatat, dua  anggota komite periode kedua yang berpeluang untuk kembali duduk di kursi empuk yakni Heru Sutadi  dan Kamilov Sagala. Sedangkan sisanya tidak memiliki peluang karena sudah menikmati jabatan sebanyak dua kali atau terbentur masalah pembatasan usia.

 

Satu hal yang pasti, para kandidat tersebut harus rela hanya menjadi anggota. Sedangkan jabatan ketua tetap di pegang oleh Dirjen Postel Depkominfo.

Saat ini Dirjen Postel dipegang oleh Basuki Yusuf Iskandar yang baru saja berulang tahun ke-48 pada 22 Oktober lalu.

 

Hak veto dari Ketua BRTI yang menjadi milik seorang dirjen  dan berpeluangnya kembali anggota lama untuk dipilh kembali membuat banyak kalangan beranggapan BRTI tak ubahnya  semacam lembaga arisan.

 

“Semuanya menjadi bergantung kepada sosok dari pemimpin. Jadinya, organisasi berdasarkan situasional, bukan dibentuk oleh fungsional,” kata Anggota Komisi I DPR RI Deddy Djamaluddin kepada Koran Jakarta, Rabu (22/10).

 

Deddy mengakui, pihaknya tidak meragukan kapabilitas dan integritas dari seorang Basuki. “Tetapi, akankah ada jaminan BRTI tidak akan ditarik oleh berbagai kepentingan jika Basuki tidak lagi menjadi seorang Dirjen? Inilah yang saya maksud organisasi itu dibuat berdasarkan fungsional. Jangan tergantung pada personilnya,” kata Deddy.

 

Pengamat telematika Ventura Elisawati dan Praktisi Seluler Agus Simorangkir mengatakan, melihat situasi yang ada saat ini boleh-boleh saja unsur pemerintah ada di BRTI.

 

“Suatu organisasi itu tergantung kepada integritas personilnya. Namun, memang lebih elok jika ada regulasi yang membuat tidak bergantung kepada seorang personil,” kata Agus.

 

Ventura mengusulkan, meskipun ada unsur pemerintah tetapi untuk seorang ketua dilakukan pemilihan terbuka. “Jadinya tidak seperti sudah menjadi milik unsur pemerintah. Semua pihak harus berpeluang untuk menjadi ketua,” tuturnya.

 

Pada kesempatan lain, GM Corporate Communication XL Myra Junor dan VP Public Relations Indosat Adita Irawati mengatakan, BRTI periode kedua sudah menjalankan tugasnya dalam proporsi yang pas.

 

“Sebagai lembaga publik BRTI telah menjalankan fungsinya sesuai amanah,” kata Myra.

 

Meskipun secara tugas sudah pas, namum Adita memiliki catatan tersendiri dengan para anggota BRTI periode kedua yakni kebiasaan dari mereka  untuk terlalu terbuka di media massa.

 

“Sangat sering karena terlalu ingin memberikan keterbukaan informasi, anggotanya lebih banyak berbicara ke media massa dibanding para operator. Eloknya kan duduk bersama menyelesaikan masalah, bukannya adu argumen di media massa,” kata Adita.

   

Menanggapi hal itu, Anggota Komite BRTI Heru Sutadi membantah keras keanggotaan di lembaganya seperti ‘kocokan’ arisan. “Seleksi menjadi anggota BRTI lebih ketat dibanding komisi-komisi yang disebut independen. Kami meskipun tercatat sebagai incumbent diperlakukan sama dengan anggota baru. Seleksi diberlakukan pada kami baik secara administratif maupun saat uji kepatutan dan kelayakan,” tegasnya.

 

“Hal ini berbeda dengan komisi lainnya dimana incumbent diuntungkan. Cukup dimintai kesediaan untuk dipilh kembali, setelah itu  otomatis ke periode selanjutnya,” tambahanya.[doni Ismanto]

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s