201008 Pengusaha Pelayaran Desak BBM Industri Turun 30%

Para pengusaha yang tergabung dalam Indonesia Shipping Association (ISA) mendesak Pertamina untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi industri pelayaran sebesar 20 hingga 30 persen dari yang berlaku saat ini.

“Permintaan itu saya rasa wajar karena harga yang berlaku di Indonesia sekarang lebih tinggi dibanding di luar negeri sekitar 10 pesen,” ungkap Ketua Umum ISA Jaka A Singgih ketika dihubungi, Jumat (17/10).

Menurut dia, harga BBM yang terlalu tinggi saat ini membuat para pemain di bisnis pelayaran kehilangan keunggulan kompetitifnya. “BBM tinggi tentunya membuat biaya operasional menjadi tinggi. Ujung-ujungnya pada biaya angkut yang mahal dibebankan ke konsumen,” jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Samudera Indonesia Randy Effendi mengakui, permintaan penurunan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat harga minyak mentah dunia telah turun secara signifikan.

Tercatat, dalam perdagangan terakhir harga minyak mentah dibanderol 79 dollar AS. Jauh turun ketika diperdagangkan sebulan lalu yang masih berkisar 100-an dollar AS.

“Penurunan harga BBM itu akan membantu para pengusaha pelayaran. Khususnya dalam meringankan beban biaya operasional,” kata Randy.

Randy mengatakan, para pengusaha pelayaran saat ini harus bisa mengantisipasi secara dini dampak dari krisis ekonomi global dengan melakukan berbagai langkah efisiensi.

“Salah satunya mengefisienkan beban operasional. Dan saya rasa permintaan inii wajar karena harga BMM industri sudah seharusnya mengikuti harga minyak mentah dunia ,” katanya.

Untuk beberapa bulan pertama, jelasnya, krisis global belum mempengaruhi jalannya bisnis pelayaran karena permintaan masih tinggi. Tetapi jika krisis berlanjut menjadi resesi dunia dikhawatirkan tingkat isian kapal (load factor) akan berkurang.

“Jika resesi ini berlanjut maka dipastikan akan ada oversupply kapal sehingga freight turun,” jelasnya.

Data di Tanjung Priok mencatat, realisasi bongkar muat barang strategis dan kebutuhan pokok untuk ekspor impor ataupun antarpulau melalui dermaga konvensional pelabuhan tersebut hingga September 2008 sebanyak 5,21 juta ton, atau turun 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 6,6 juta ton.

Penurunan disebabkan menurunnya volume komoditas impor khususnya beras, gula pasir, jagung, makanan ternak, dan hewan.

Menanggapi hal itu, juru bicara Pertamina Wisnuntoro mengatakan pihaknya selalu melakukan penyesuaian harga BBM industri setiap dua minggunya.

“Review harga selalu kita lakukan sesuai harga minyak dunia,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dirilis situs Pertamina, harga minyak solar untuk industri berkisar antara 8.862- 8.339 rupiah per liter. Dibandingkan harga pada 1 September 2008, harga BBM non subsidi periode 15 September 2008 mengalami perubahan harga untuk minyak Solar sebesar 1,3 persen.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s