101008 Indosat Legowo Kelola Slot Orbit Bersama Telkom

PT Indosat Tbk (Indosat) mengambil sikap legowo dengan kebijakan pemerintah yang menganjurkan operator tersebut mengelola bersama slot orbit 150,5 derajat bersama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dalam bentuk konsorsium.

Bahkan, operator kedua terbesar di Indonesia ini terkesan pasrah saja menerima kenyataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menjadi pemimpin dari konsorsium tersebut.

“Harus bagaimana lagi. Jika pemerintah maunya seperti itu kita terima saja,” ujar Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam di Jakarta, Kamis (9/10).

Menurut Johnny, slot orbit adalah properti milik pemerintah. Sementara operator hanyalah organisasi yang diserahkan sebagai pihak untuk mengisi dan mengelolanya. “Jika yang punya maunya dikelola bersama, tidak mungkin kita mendesak dikuasai sendiri bukan,” katanya.

Untuk diketahui, slot orbit satelit 150,5 derajat sebenarnya diserahkan ke Indosat oleh pemerintah untuk dikelola operator tersebut.

Namun dua tahun lalu, International Telecommunication Union (ITU) menginformasikan bahwa sejumlah filing satelit Indonesia yang didaftar ke lembaga tersebut sejak era 1990-an sempat dihapus oleh lembaga tersebut. Salah satu slot yang sempat dihapus adalah slot orbit 150,5 derajat. Langkah tersebut diambil karena slot tersebut selama ini tidak dimanfaatkan oleh Indosat.
Untunglah pemerintah bergerak cepat dengan berdasarkan proposal komitmen dari Indosat untuk mengisi slot sebelum 2009. Hasilnya, Indonesia tetap memiliki slot tersebut.

Sejak saat itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk berhati-hati dalam menyerahkan pengelolaan slot orbit satelit ke operator. Kebijakan yang diambil pemerintah lebih kepada mengelola bersama-sama agar pemanfaatan slot dapat dioptimalkan. Bahkan sempat terlontar ide dari pemerintah untuk meneder slot orbit yang masih kosong.

Melihat hal itu, Telkom mengirimkan proposal kepada Ditjen Postel untuk mengelola slot yang dulunya milik Indosat. Aksi korporasi seperti ini pernah dilakukan BUMN tersebut terhadap slot orbit 118 derajat Bujur Timur yang haknya sebelumnya juga di kuasai Indosat.

Secara terpisah, Kepala Divisi Infrastruktur Telkom Sarwoto Atmosutarno mengakui, Telkom bersama Indosat menjalankan konsorsium untuk mengelola slot orbit tersebut.

“Kami akan kelola bersama. Tetapi tidak akan tertutup kemungkinan ada perusahaan lain yang akan ikut bergabung,” katanya.

Ketika ditanya bentuk kontribusi yang harus disetor oleh anggota konsorsium, Sarwoto menjelaskan, semuanya masih dini untuk diputuskan. “Kita belum tahu apakah berbentuk kapasitas atau jumlah uang disetor. Meluncurkan satelit itu butuh waktu lama. Biasanya 30 bulan setelah tender penentuan pabrikasi satelit,” katanya.

“Untuk slot 150,5 derajat sendiri dipastikan akan lebih lama mengingat Telkom sendiri sedang sibuk dalam tender satelit Telkom 3 yang akan dimulai prosesnya Oktober ini,” jelasnya.
Berdasarkan catatan, satelit Telkom-3 akan diluncurkan pada 2011 nanti. Saat ini BUMN tersebut merupakan pengelola slot satelit 118o BT melalui satelit Telkom-2 yang akan segera diganti dengan satelit Telkom-3. Nilai investasi dari pengadaan satelit Telkom 3 sekitar 200 juta dollar AS. Dari bisnis satelit, Telkom meraih pendapatan sekitar Rp650 miliar-Rp700 miliar setiap tahunnya.

Sementara Indosat juga akan meluncurkan satelit Palapa D pada September 2009 yang menelan investasi 200 juta dollar AS. Bisnis satelit sendiri di Indonesia masih menjanjikan mengingat industri penyiaran dan telekomunikasi menunjukkan pertumbuhan yang positif.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s