Pertumbuhan Pendapatan Telkom Akan Melambat

Pertumbuhan pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada semester satu ini diperkirakan akan melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat adanya  formulasi tarif interkoneksi baru oleh pemerintah belum lama ini.

Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah mengatakan, saat ini Telkom sedang menghitung persentase kemungkinan menurunnya pendapatan mereka akibat  adanya kebijakan tersebut.

“Sesuatu yang wajar pendapatan operator menjadi turun kalau ada kebijakan penurunan tarif. Soal berapa angkanya, saya belum bisa ungkapkan karena kita sedang membuat Draft Penawaran Interkoneksi,” jelasnya di Jakarta, Selasa (5/2).

Seperti diketahui, pemerintah pada Senin (4/2) lalu,  mengeluarkan formulasi tarif interkoneksi baru bagi layanan telekomunikasi. Interkoneksi merupakan keterhubungan antarjaringan telekomunikasi berupa originasi dan terminasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda.  Interkoneksi ini merupakan salah satu dari tiga komponen tarif pungut ke pasar selain komponen pemasaran dan margin keuntungan.

Dirjen Postel, Basuki Yusuf Iskandar menjelaskan,   formulasi tarif dijadikan referensi bagi operator untuk menentukan  Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam mengeluarkan Draft Penawaran Interkoneksi (DPI) tak lama lagi. “DPI itu salah satu elemen untuk menentukan tarif pungut baru pada 1 April nanti. Nah, jika HET sudah diindikasikan ada penurunan, seharusnya penawaran operator lebih rendah dari HET,” tegasnya.

Dikatakan, secara industri penurunan rata-rata berkisar 5 hingga 20 persen. Sedangkan untuk layanan seluler mencapai 20 hingga 40 persen.

Penurunan inilah yang dianggap dapat menurunkan pendapatan Telkom karena anak perusahaannya, Telkomsel, yang bermain di layanan seluler tentunya akan menurunkan tarif . Telkomsel yang pada tahun ini diberikan belanja modal sebesar 60 persen dari total US$ 2,3 miliar belanja modal Telkom ditargetkan berkontribusi bagi total pendapatan telkom sebesar 65 persen layaknya tahun lalu.

Secara terpisah, VP Marketing & Public Relation Telkom, Eddy Kurnia mengatakan, guna mengatasi melambatnya pendapatan, perseroan akan segera memperluas basis pelanggan dan meningkatkan volume trafik penggunaan layanan. “Layanan Flexi baru saja selesai bermigrasi frekuensi. Dengan belanja modal sekitar Rp 3 triliun rencananya akan dimiliki 5.000 BTS pada akhir tahun nanti untuk mengejar 6 juta pelanggan,” jelasnya.

 

Dia mengungkapkan, melambatnya pendapatan Telkom sebenarnya berdampak buruk juga bagi devisa negara mengingat posisi operator tersebut yang menjadi    BUMN   kedua terbesar kontribusinya bagi pendapatan negara. “Tahun 2006 kontribusi Telkom bagi negara mencapai Rp 23,4 triliun. Dan semester satu 2007 sebesar Rp 12,3 triliun. Jika semester satu ini kita bisa menyamai angka periode yang sama   2007,   itu sudah bagus,” katanya.

 

Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja mengingatkan masyarakat untuk tidak cepat berprasangka tarif akan murah begitu adanya formulasi tarif baru.”Yang diberikan itu formulasi. Soal berapa besaran tarif pungut kita lihat dulu persentase penurunannya. Bisa jadi tidak sama dengan perhitungan pemerintah,” tukasnya.

 

Pada kesempatan lain, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menjelaskan, formulasi tarif interkoneksi terbaru tidak ada artinya jika operator besar belum rela menurunkan tarif.

 

Jika dalam DPI, menurut dia, operator kecil menawarkan tarif murah, tetapi tidak diikuti oleh operator besar, tentunya tidak bermakna apa-apa karena  operator kecil akan mengalah dengan megikuti penawaran dari operator besar mengingat basis pelanggannya kalah besar.

 

 “Tahun lalu kita sudah belajar dari  penerapan interkoneksi berbasis biaya tidak memberikan pengaruh signifikan bagi tarif pungut.  Ketika itu pemerintah berkilah karena data yang digunakan terbatas milik operator besar. Apakah setelah data lebih komprehensif akan berpengaruh bagi industri, kita lihat saja nanti,” jelasnya.[DN]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s