150208 Masyarakat Pedesaan Terancam Tidak Menikmati Akses Telekomunikasi

Masyarakat di 38.000 desa di Indonesia terancam tidak dapat dapat menikmati akses telekomunikasi  akibat masih berlarutnya kasus hukum pembatalan tender Universal Service Obligation (USO) oleh Ditjen Postel pada akhir tahun lalu.

 

Anggota Komite Nasional Telekomunikasi Indonesia (KNTI), Srijanto Tjokrosudarmo menilai, terlalu beresiko bagi pemerintah untuk kembali mengadakan tender (USO) jika kasus hukum belum selesai.

“Jika pengadilan ternyata memenangkan Asia Celullar Satelite (AceS) sementara dari tender baru yang dilaksanakan pemenangnya lain, bisa menjadi  kembali polemik,” katanya di Jakarta, Jumat (15/2).

 

Dia menyarankan, pemerintah mengembalikan program USO berdasarkan  Pasal 16 UU No 36 yang menyebutkan  setiap penyelenggara telekomunikasi wajib melaksanakan USO. Dan bagi di luar penyelenggara telekomunikasi wajib menyumbangkan dana untuk USO. Jika mengacu pada pasal tersebut operator yang wajib menyelenggarakan USO adalah Telkom, Indosat, Bakrie Telecom, Batam Bintan Telecommunication, dan Sampoerna Telecommunication Indonesia.

 

USO merupakan program pemerintah memberikan fasilitas telekomunikasi bagi 38.000 desa terpencil yang dibagi dalam 11 blok  di seluruh Indonesia. Proses tender dari program senilai Rp 1,162 triliun tersebut  telah dilakukan pada akhir 2007 lalu dengan menyisakan dua kandidat pemenang, Telkom dan Aces. Pemenang dari tender ini akan mendapatkan insentif  berupa pemanfaatan spektrum frekuensi 2,3 GHz untuk teknologi Broadband Wireless Access (BWA), izin penyelenggara Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ), dan Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (ITKP).

 

Namun, karena alasan tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan teknis, maka Ditjen Postel memutuskan tidak ada pemenang dan berjanji akan melakukan tender ulang pada kuartal kedua 2008. Keputusan tersebut diprotes keras oleh AceS karena menilai penawaran harga mereka telah dibuka ke publik. Buntut dari protes tersebut Aces telibat aksi saling gugat dengan Ditjen Postel di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan nilai tuntutan masing-masing sebesar Rp 1,1 triliun.

 

Pada persidangan pertama yang digelar 4 Januari lalu, majelis hakim PTUN    mengabulkan gugatan ACeS atas pembatalan tender tersebut dan mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan proses tender ulang USO dihentikan sampai ada kejelasan hukum.

Namun, pada persidangan kedua 17 Januari,  Postel  balas menggugat. Jawaban atas gugatan tersebut dikeluarkan pada  sidang selanjutnya tanggal 21 Februari nanti.

 

Secara terpisah, Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto optimistis dapat memenangkan gugatan karena pihaknya telah mengikuti aturan. “Tender dibatalkan  karena Telkom dan ACeS dianggap tidak memenuhi persyaratan, salah satunya tidak sesuai dengan Fundamental Technical Plan (FTP), yang tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 11 tahun 2007 mengenai USO,” jelasnya.

 

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Kamilov Sagala menilai, proses hukum yang terjadi saat ini positif bagi investasi.”Sudah saatnya pelaku usaha diberi ruang hukum jika tidak puas. Langkah mereka (Aces) kita anggap saja koreksi jika memang ada kesalahan” katanya.

Program USO sendiri sebenarnya pernah dijalankan pemerintah   pada 2003 dan 2004   di beberapa desa tertinggal dimana pelaksananya diantaranya Pasific Satelit Nusantara (PSN) dan  Sampoerna Telecommunication Indonesia. Namun, pelaksanaan ini dianggap gagal karena pemerintah hanya menyediakan perangkat telekomunikasi di daerah tanpa memikirkan pelayanannya. Kesalahan itu diperbaiki pemerintah dalam tender USO 2007 dengan menerapkan syarat yang ketat diantaranya pembangunan jaringan harus selesai dalam 10 bulan dan trafik komunikasi harus dijamin oleh operator.[DNI]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s