140208 2010, Tarif Mobile Data Turun Hingga 90 Persen

Tarif mobile data di Indonesia diperkirakan akan turun hingga 90 persen  pada 2010 nanti seiring telah matangnya jaringan internet protocol (IP) di operator telekomunikasi. Jika itu terwujud, setiap pengiriman data hanya dikenakan biaya sekitar Rp 2,5 per kilobyte.

 

Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh Prasetya menjelaskan, sesuai dengan roadmap teknologi GSM, pada tahun ini diperkenalkan pengembangan IP pada jaringan operator. Biasanya setahun setelah perkenalan, operator siap mengimplementasikan teknologi tersebut.

 

“Penurunan itu bisa terjadi dengan syarat basis pelanggan pemakai mobile data  mencapai 40 persen dari total jumlah operator. Saat ini tak lebih dari 20 persen total pelanggan operator yang aktif menggunakan mobile data,’ katanya di Jakarta, Kamis (14/2).

 

Jumlah pelanggan, lanjutnya memegang peranan penting karena kapasitas besar berkat teknologi IP  harus didukung frekuensi  pengguna yang tinggi untuk menutup biaya investasi.  “ Sebenarnya tarif mobile data di Indonesia lebih murah dibandingkan Eropa , Korea Selatan, dan Jepang. Mereka itu tarifnya 10 kali lipat lebih mahal daripada kita,” jelasnya.

 

Menurut dia, tarif mobile data tidak memerlukan regulasi yang ketat dari regulator karena pasar dari layanan ini masih belum matang. “Biarkanlah operator mengatur sendiri. Jika  memang mau diatur batas atasnya saja yang ditetapkan,” katanya.

 

Sementara itu, President Director XL, Hasnul Suhaimi meminta, jika masyarakat benar menginginkan  tarif mobile data semakin murah, pemerintah harus melonggarkan aturan untuk penggunaan frekuensi.”Jika keran penggunaan frekuensi dibuka,   tarif bisa langsung murah. Masalahnya ini kan sumber daya alam terbatas yang membutuhkan biaya besar untuk menggunakannya. Dari layanan 3G saja operator belum impas untuk biaya frekuensinya,” jelasnya.

 

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi mengungkapkan, saat ini regulator sedang menyiapkan framework interkoneksi berbasis IP.”Roadmap telekomunikasi kita memang menuju berbasis konvergensi IP. Regulator menyiapkan sedini mungkin mengantisipasinya,” katanya.

 

Sedangkan untuk sekarang, lanjutnya, layanan data dan multimedia belum akan diatur pentarifannya karena pasar dari layanan tersebut belum matang. “Biarkan operator berkreasi. Layanan  data ini berkaitan dengan kualitas. Jika tarif mahal, kualitas rendah pasti ditinggalkan pelanggan,” jelasnya.

 

Layanan mobile data adalah fitur multimedia dan data yang diberikan operator nirkabel dengan memanfaatkan jaringan GSM atau CDMA. Konten yang ditawarkan dari mobile data adalah multimedia messages services (MMS), real time email, akses internet, dan lain sebagainya. Biaya untuk menikmati layanan ini berkisar Rp 20 per kilobyte hingga Rp 25 per kilobyte. Teknologi yang digunakan untuk layanan ini  GSM dikenal   dengan 2G, 2,5 G dan 3G.

 

Teknologi 3G menawarkan kecepatan data hingga 2 Mbps. Sementara GPRS dengan kecepatan data sepertiga dari 3G identik dengan  2,5G.   Sedangkan di  CDMA teknologi mobile data yang setara dengan 3G adalah    Evolution Data Only (EVDO).

 

Di Indonesia jumlah pelanggan mobile data yang menggunakan 3G sebanyak 100.000 dari Telkomsel, 10.000 milik XL, dan 50.000 dari Indosat.  Sedangkan untuk   GPRS, Telkomsel memiliki 12 juta pelanggan, Indosat sekitar 4 juta pelanggan, dan XL,  1 juta pelanggan. Total jumlah pelanggan nirkabel sendiri di Indonesia hingga akhir 2007 lalu tercatat mencapai 95 juta pelanggan.[DN]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s