120208 Diragukan, Keberhasilan Menara Bersama

Kebijakan menara bersama diragukan keberhasilannya melihat sikap dari dua operator besar, Telkom group dan Indosat, yang lebih mengutamakan kepentingan sendiri dalam penggunaan menara.

 

Hal itu terbukti setelah keluarnya pernyataan dari Telkom sebagai induk Telkomsel yang mengatakan telah dicapainya sinergi penggunaan menara secara bersama  antar kedua perusahaan Dalam pernyataan tersebut, rencananya Telkom akan menggunakan 14 persen dari 21.000 BTS Telkomsel untuk pengembangan layanan Fixed Wireless Access (FWA) Flexi.

 

Sinergi penggunaan BTS akan disebar di berbagai wilayah, yaitu: Sumatera Bagian Utara (635 BTS), Sumatera Bagian Selatan (267 BTS), Jabodetabek-Serang-Banten (799 BTS), Jawa Barat (448 BTS), Jawa Tengah (333 BTS), Jawa Timur (437 BTS), Bali dan Nusa Tenggara Barat (219 BTS), Kalimantan (107 BTS), dan Sulawesi-Maluku-Irian Jaya (504 BTS).

 

”Sinergi ini akan membantu penetrasi Flexi karena sebelumnya layanan tersebut hingga akhir 2007 telah memiliki 1.900 BTS,” kata VP Marketing & Public Relation  Telkom, Eddy Kurnia di Jakarta belum lama ini.

 
Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja mengatakan secara prinsip ada   60 persen dari total jumlah menara yang bisa disewakan. Dan untuk menangani masalah menara tersebut Telkomsel membentuk unit usaha sendiri "Dari 21.000 BTS,  80 persennya ada di dalam menara. Dari 80 persen menara itu, kurang lebih 80 persennya bisa disewakan," katanya. 
 

Dia menjelaskan, Telkomsel mempunyai lima prinsip untuk menyewakan menaranya kepada operator lain yaitu baik secara teknis, diprioritaskan untuk Telkom Flexi, prinsip siapa cepat dia dapat, sesuai kebutuhan dan sesuai kesepakatan. 

 

Sebelumnya, Indosat sudah menegaskan akan mengoptimalkan penggunaan menaranya untuk pengembangan teknologi yang dimiliki seperti 2G, 3G, CDMA, dan Wimax. ”Kami mendesain menara untuk bisa menampung pengembangan teknologi tersebut. Dan kebetulan Indosat memiliki semua lisensi penyelenggaraan teknologi itu,” jelas Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam.

 

Ketika ditanya kemungkinan masuknya operator lain untuk menggunakan menara milik mereka, Eddy dan Johnny  mengatakan secara prinsip mendukung adanya kebijakan menara bersama, tetapi dari sisi bisnis tentunya lebih mendahulukan kepentingan kelompok sendiri. ”Kita terbuka jika ada yang berminat menggunakan, tetapi tentunya setelah kebutuhan sendiri terpenuhi,” kata mereka.

 

Menanggapi hal itu, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi mengatakan jika operator hanya memprioritaskan kepada grup sendiri sama saja dengan melakukan diskriminasi dan tidak sehat bagi industri. ”Kebijakan kita menara tidak bisa dipakai bersama jika itu menjadi menara backbone dan berada di daerah terpencil,” katanya.

 

Menurut dia, langkah itu diambil karena regulator menghargai kerja keras operator membuka daerah terisolir dan investasi yang dikeluarkan.  

 

Kebijakan menara bersama rencananya akan dikeluarkan pemerintah pada akhir bulan ini dalam bentuk keputusan menteri. Kebijakan ini keluar karena adanya keluhan dari pemerintah daerah dan masyarakat yang menilai pertumbuhan  menara telekomunikasi semakin tidak terkendali dan merusak estetika. Selain itu, pembangunan menara juga dinilai membuat operator tidak efisien dalam membelanjakan uangnya yang berujung kepada mahalnya tarif telekomunikasi. Hal ini karena investasi dari satu menara BTS diperkirakan mencapai Rp 1 miliar dimana hampir 70 persen tersedot untuk site acquisition.

 

Operator yang pagi-pagi sudah menyatakan siap menyambut kebijakan ini adalah PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL). XL menyatakan sebanyak 7.000 menaranya   siap digunakan secara bersama. XL sejauh ini telah menandatangani kerjasama dengan Bakrie Telecom, Hutchinson CP Telecom Indonesia, Natrindo Telepon Seluler, dan Mobile-8 Telecom.[DN] 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s